K I T A B   S U C I
[VER] : [KITABSUCI]
[TAURAT]  [ZABUR]  [INJIL] 
[ARTIKEL]

<<  Air yang Mendatangkan Berkah >> 
Halaman 4

Penyucian

Penyucian itu menandai bahwa Allah suka terhadap hal-hal yang indah dan bersih, yang sesuai kesucian-Nya sendiri.

Nabi Musa: Yang Najis dan Kotor Disucikan-Nya

Orang yang najis harus mengambil ranting hisop dan menyucikan dirinya dengan air.

At-Taurat, Bilangan 19:18-22

19:18Selanjutnya seorang yang suci harus mengambil ranting hisop dan mencelupkannya ke dalam air itu. Kemudian air itu harus dipercikkan pada kemah tadi, pada semua wadah, pada orang-orang yang ada di kemah, atau pada orang yang telah menyentuh tulang-belulang, menyentuh mayat orang yang dibunuh, menyentuh mayat biasa, atau menyentuh makam tadi. 19Orang yang suci itu harus memerciki orang yang najis itu, baik pada hari ketiga maupun pada hari ketujuh, dan pada hari ketujuh ia harus menyucikannya. Kemudian orang itu harus mencuci pakaiannya, membasuh dirinya dengan air, hingga pada waktu magrib ia menjadi suci. 20Akan tetapi, orang yang menjadi najis dan tidak menyucikan dirinya harus disingkirkan dari antara umat, karena ia telah menajiskan tempat suci ALLAH. Ia tetap najis karena air pembersih kecemaran tidak dipercikkan kepadanya. 21Itulah ketetapan yang berlaku untuk seterusnya bagi mereka. Orang yang memercikkan air pembersih kecemaran itu pun harus mencuci pakaiannya, dan orang yang menyentuh air pembersih kecemaran itu menjadi najis sampai magrib. 22Barang apa pun yang disentuh oleh orang yang najis akan menjadi najis, dan siapa menyentuh barang itu akan menjadi najis juga sampai magrib.”

Nabi Musa:

Mengaku Dosa Waktunya Puasa (Menahan Diri dari Makan dan Minum)

At-Taurat, Ulangan 9:18-19

9:18Setelah itu aku bersujud di hadirat ALLAH seperti sebelumnya, empat puluh hari empat puluh malam lamanya. Roti tidak kumakan dan air tidak kuminum karena segala dosa yang telah kamu perbuat. Kamu telah melakukan yang jahat dalam pandangan ALLAH sehingga kamu membangkitkan murka-Nya. 19Aku takut karena ALLAH begitu murka dan marah terhadap kamu sehingga Ia hendak memunahkan kamu. Namun, kali itu pun ALLAH berkenan mendengarkan aku.

Nabi Ilyasa: Melalui Mujizat Di Air, Disucikan dan Ditahirkan dari Penyakit Kusta

Sebenarnya, bukan airnya yang berkasiat, melainkan kuasa Allah atas air itu! Mujizat itu menyakinkan seseorang bahwa Allah harus dipercayai. Tuhan sebagai subyek, air itu sebagai alat … dengan memahami hal ini, kita bisa luput dari kesyirikan. Bukan air yang menyembuhkan dan mentahirkan, melainkan Allah!

At-Taurat, 2 Raja-raja 5:1-15

5:1Naaman, panglima tentara raja Aram, adalah seorang yang terpandang di hadapan tuannya dan terhormat, sebab melalui dia ALLAH telah mengaruniakan kemenangan kepada orang Aram. Ia adalah seorang kesatria yang gagah perkasa. Akan tetapi, ia mengidap penyakit kusta. 2Suatu waktu, orang Aram keluar bergerombol dan menawan seorang gadis kecil dari negeri Israil. Gadis itu kemudian menjadi pelayan istri Naaman. 3Kata gadis itu kepada nyonyanya, “Sekiranya tuanku menghadap nabi yang di Samaria itu, maka pasti nabi itu menyembuhkan dia dari penyakit kustanya.” 4Maka pergilah Naaman memberitahu tuannya demikian, “Begini-begitu dikatakan gadis dari negeri Israil itu.” 5Kata raja Aram, “Baik, pergilah. Aku akan mengirim sepucuk surat kepada raja Israil.”Kemudian pergilah Naaman dengan membawa sepuluh talenta perak, enam ribu syikal emas, dan sepuluh pakaian ganti. 6Ia pun menyampaikan surat itu kepada raja Israil, yang bunyinya, “Sesampainya surat ini di tangan Tuan, harap maklum bahwa aku telah menyuruh Naaman, pegawaiku, menemui Tuan, supaya Tuan menyembuhkan dia dari penyakit kustanya.” 7Segera setelah raja Israil membaca surat itu, dikoyakkannya pakaiannya dan berkata, “Apakah aku ini Allah, yang dapat mematikan atau menghidupkan orang, sehingga orang ini menyuruh pegawainya menemuiku supaya aku menyembuhkan dia dari penyakit kustanya? Lihatlah dan perhatikanlah, bagaimana ia mencari gara-gara dengan aku.” 8Ilyasa, abdi Allah itu, mendengar bahwa raja Israil mengoyakkan pakaiannya. Lalu disuruhnya orang menemui raja dengan pesan, “Mengapa engkau mengoyakkan pakaianmu? Suruhlah orang itu datang kepadaku, supaya ia tahu bahwa ada seorang nabi di Israil.” 9Maka datanglah Naaman dengan kudanya dan keretanya, lalu berhenti di depan pintu rumah Ilyasa. 10Ilyasa mengutus seorang pesuruh menemuinya dengan pesan, “Pergilah, mandilah di Sungai Yordan tujuh kali, maka tubuhmu akan pulih dan engkau akan menjadi suci.” 11Tetapi Naaman menjadi marah, lalu pergi sambil berkata, “Ah, sangkaku ia akan keluar menemui aku lalu berdiri menyerukan nama ALLAH, Tuhannya, kemudian menggerak-gerakkan tangannya di bagian tubuhku yang sakit dan menyembuhkan kusta ini! 12Bukankah Abana dan Parpar, sungai-sungai di Damsyik, lebih baik daripada semua sungai Israil? Tidak bisakah aku mandi di sana dan menjadi suci?” Maka berpalinglah ia lalu berjalan dengan gusarnya. 13Akan tetapi, para pegawainya mendekati dia serta berkata kepadanya, “Bapak, sekiranya nabi itu menyuruh Bapak melakukan hal yang sukar, bukankah Bapak akan melakukannya? Apalagi sekarang, ia hanya berkata kepada Bapak, ‘Mandilah, dan engkau akan menjadi suci.’ “ 14Maka turunlah Naaman membenamkan diri tujuh kali di Sungai Yordan, sesuai dengan perkataan abdi Allah itu. Lalu pulihlah tubuhnya seperti tubuh anak kecil dan ia menjadi suci. 15Kemudian Naaman dan seluruh pasukannya kembali kepada abdi Allah itu. Setelah sampai, berdirilah ia di hadapan Ilyasa dan berkata, “Sesungguhnya, aku tahu sekarang bahwa tidak ada Tuhan di seluruh bumi ini kecuali di Israil. Maka hamba mohon, terimalah pemberian dari hambamu ini.”

Nabi Daud: Dibasuh dari Dosa

Bagaimanakah Nabi Daud dapat dibasuh dengan air, padahal dia sudah jatuh ke dalam dosa perzinahan? Taubat Nabi Daud itu ialah Taubat Nasuha, artinya, taubat yang sungguh-sungguh yang ke luar dari hati batin. Nabi Daud mendapatkan ampunan dari Allah.

Az-Zabur 51:1-12

51:1Untuk pemimpin pujian. Zabur dari Daud, 2ketika Nabi Natan datang kepadanya setelah ia menghampiri Batsyeba. 3Ya Allah, kasihanilah kiranya aku sesuai dengan kasih abadi-Mu. Sesuai dengan rahmat-Mu yang besar, hapuskanlah pelanggaran-pelanggaranku! 4Basuhlah aku sebersih-bersihnya dari kesalahanku, dan sucikanlah aku dari dosaku, 5karena aku menyadari pelanggaran-pelanggaranku, dan dosaku senantiasa ada di hadapanku. 6Kepada-Mu, kepada-Mu sajalah aku berdosa dan melakukan apa yang jahat dalam pandangan-Mu, sehingga Engkau benar ketika Engkau berfirman, dan bersih ketika Engkau menghakimi.7Sesungguhnya, aku dilahirkan dalam kesalahan, dan dikandung ibuku dalam dosa. 8Sesungguhnya, Engkau menghendaki kebenaran dalam batin, dan Engkau memberitahukan hikmat kepadaku dalam hati nurani. 9Sucikanlah aku dengan ranting hisop, maka aku akan menjadi suci, basuhlah aku, maka aku akan menjadi lebih putih daripada salju. 10Biarkan aku mendengar kegirangan dan sukacita, dan biarlah tulang-tulang yang Kauremukkan bergembira kembali. 11Sembunyikanlah wajah-Mu dari dosa-dosaku, dan hapuskanlah segala kesalahanku. 12Ya Allah, ciptakanlah dalam diriku hati yang suci, dan perbaharuilah batinku dengan ruh yang teguh. 13Janganlah Kaubuang aku dari hadapan-Mu, dan jangan Kauambil dariku Ruh-Mu yang suci. 14Kembalikanlah padaku kegirangan karena keselamatan dari-Mu, dan topanglah aku dengan ruh kerelaan.

QS 9:108 Janganlah kamu bersembahyang dalam mesjid itu selama-lamanya. Sesungguh- nya mesjid yang didirikan atas dasar taqwa, sejak hari pertama adalah lebih patut kamu sholat di dalamnya. Di dalamnya mesjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersih.

QS. 4:10 Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).

Nabi Yahya: Air Tanda Pertaubatan

Air taharoh ialah tanda penyucian secara menyeluruh, dan air wudhu ialah tanda penyucian sebagian tubuh, sebelum sembahyang. Orang Yahudi juga mempunyai ritual agamis semacam itu. Mandi taubat ialah makna yang lebih dalam. Taubat, artinya, bersih dari dosa, tinggalkan gelap kepada yang terang. Nabi Yahya menyerukan mandi taubat, yang disertai amalan sholeh.

Al-Injil Surah Luqas 3:1-14

3:1Pada tahun kelima belas pemerintahan Kaisar Tiberius, yang menjadi penguasa di Yudea adalah Pontius Pilatus. Pada waktu itu Herodes adalah raja di Galilea, dan Filipus, saudaranya adalah raja di Iturea dan Trakhonitis. Lisanias adalah raja di Abilene, 2sedangkan yang menjadi Imam Besar adalah Hanas dan Kayafas. Pada masa itu Allah menurunkan Firman-Nya kepada Nabi Yahya, anak Zakariya, di padang gurun. 3Lalu pergilah Nabi Yahya ke seluruh daerah Sungai Yordan dan mengabarkan permandian sebagai tanda pertobatan demi pengampunan dosa. 4Hal itu telah tersurat dalam tulisan Nabi Yasyaya yang berkat, 5Setiap lembah akan ditimbun, setiap gunung dan bukit akan diratakan. Yang berliku-liku akan diluruskan dan jalan yang berbatu-batu akan menjadi jalan yang rata. 6Semua orang akan melihat keselamatan yang datang dari Allah.” 7Kepada orang banyak yang datang untuk dipermandikan, Nabi Yahya berkata, “Hai kamu, orang-orang yang bertabiat ular! Siapakah yang telah memperingatkan kamu untuk lari dari murka Allah yang akan datang? 8Hasilkanlah buah yang sepadan dengan pertobatanmu, dan janganlah berkata dalam hatimu, ‘Nabi Ibrahim adalah bapa leluhur kami.’ Aku berkata kepadamu, Allah dapat saja menjadikan anak-anak bagi Nabi Ibrahim dari batu-batu ini. 9Kapak telah tersedia pada akar pohon. Setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik akan ditebang dan dibuang ke dalam api.” 10Lalu orang banyak itu bertanya kepadanya, “Kalau begitu, apa yang harus kami perbuat?” 11Nabi Yahya menjawab, “Hendaklah orang yang mempunyai dua helai baju membagikannya kepada yang tidak mempunyai, dan hendaklah orang yang mempunyai makanan berbuat begitu juga.” 12Para pemungut cukai pun datang kepada Nabi Yahya untuk dipermandikan. Mereka bertanya kepadanya, “Guru, apa yang harus kami perbuat?” 13Nabi Yahya menjawab, “Jangan mengambil lebih daripada yang sudah ditentukan.” 14Para anggota tentara juga bertanya, “Bagaimana dengan kami? Apa yang harus kami perbuat?”Nabi Yahya menjawab, “Jangan memeras atau menipu siapa pun untuk merampas hartanya. Cukupkanlah dirimu dengan gajimu.”

Kelengkapan Isapun ialah permandian, walaupun dia sendiri tidak berdosa dan tidak perlu taubat. Dia menggenapi apa yang dinubuatkan oleh para nabi, dan sekalipun menjadi panutan bagi manusia.

Al-Injil Surah Matius 3:13-15

3:13Kemudian datanglah Isa dari Galilea ke Sungai Yordan menemui Nabi Yahya, untuk dipermandikan olehnya. 14Tetapi Nabi Yahya berusaha menolak permintaan-Nya dengan berkata, “Seharusnya akulah yang dipermandikan, tetapi mengapa justru Engkau yang datang kepadaku?” 15Sabda Isa kepadanya, “Biarlah hal itu terjadi karena kita patut memenuhi semua kehendak Allah.” Sesudah Isa mengatakan hal itu kemudian barulah Nabi Yahya meluluskan permintaan-Nya itu.

Al-Injil Surah 1 Petrus 3:21-22

3:21Adapun air itu merupakan lambang dari permandian yang sekarang ini menyelamatkan kamu. Permandian itu bukanlah untuk menghilangkan kekotoran dari tubuhmu, melainkan sebagai permohonan kepada Allah agar Ia mengaruniakan hati nurani yang murni melalui kebangkitan Isa Al Masih. 22Isa telah naik ke surga dan duduk di sebelah kanan Allah. Di sana semua malaikat, penguasa, dan pemerintahan takluk kepada-Nya.

Nabi Isa: Basuhlah Hati

Tradisi manusia berpusat pada pembasuhan jasmani, tetapi pembasuhan yang sesungghnya diibaratkan sebagai pembasuhan hati.

Al-Injil, Matius 15:1-20

15:1Pada waktu itu orang-orang dari mazhab Farisi dan para ahli Kitab Suci Taurat dari Yerusalem datang menemui Isa. 2Lalu kata mereka kepada Isa, “Mengapa para pengikut-Mu melanggar ajaran yang diwariskan para tua-tua terdahulu? Mereka tidak membasuh tangan ketika hendak makan.” 3Sabda Isa kepada mereka, “Mengapa kamu juga mengabaikan perintah-perintah Allah demi ajaranmu? 4Karena Allah telah berfirman, ‘Hormatilah ayah dan ibumu,’ dan, ‘Barangsiapa mengucapkan hal yang buruk kepada ayah atau ibunya, ia patut dihukum mati.’ 5Tetapi kamu mengajarkan: Barangsiapa berkata kepada ayah atau ibunya, ‘Nafkah yang seharusnya ayah atau ibu terima dariku telah kupersembahkan kepada Allah,’ 6orang itu tidak wajib lagi menghormati ayahnya. Dengan demikian, melalui pengajaranmu itu Firman Allah telah kamu anggap tidak berlaku lagi. 7Hai orang-orang munafik, memang pantas apa yang telah dinubuatkan Nabi Yasyaya mengenai kamu, 8‘Bangsa ini menghormati Aku dengan ucapan mulutnya, tetapi hatinya jauh daripada-Ku. 9Sia-sia saja mereka menyembah Aku karena mereka mengajarkan ajarannya sendiri, yaitu perintah-perintah manusia.’ ” 10Kemudian Isa memanggil orang banyak itu dan bersabda kepada mereka, “Dengarlah dan pahamilah: 11Bukan apa yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan apa yang keluar dari mulutlah yang menajiskan orang.” 12Para pengikut-Nya datang mendekat serta berkata kepada-Nya, “Tahukah Engkau, ya Junjungan, bahwa orang-orang dari mazhab Farisi itu sakit hati tatkala mereka mendengar perkataan tadi?” 13Sabda Isa, “Setiap tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku yang di surga akan dicabut. 14Biarkanlah mereka itu. Mereka adalah pemimpin-pemimpin yang buta. Jika orang buta menuntun orang buta, niscaya keduanya akan jatuh ke dalam lubang.”15Kata Petrus kepada-Nya, “Jelaskanlah kepada kami maksud dari ibarat itu.” 16Sabda Isa, “Masih belum mengertikah kamu? 17Tidakkah kamu paham bahwa segala sesuatu yang masuk melalui mulut akan masuk ke perut dan akan dibuang di jamban? 18Tetapi segala sesuatu yang keluar dari mulut berasal dari hati, dan itulah yang menajiskan orang. 19Karena dari hati keluar pikiran-pikiran yang jahat: Pembunuhan, percabulan, perzinaan, pencurian, saksi dusta, dan hujahan. 20Hal-hal itulah yang menajiskan orang. Tetapi makan dengan tangan yang tidak dibasuh tidak menajiskan orang.”

Al Hawari Yakub: Basuhlah Tangan dan Hatimu dengan Rendah Hati

Al-Injil, Surah Yakub 4:7-10

4:7“Allah melawan orang-orang yang sombong, tetapi dianugerahkan-Nya rahmat kepada orang-orang yang rendah hati.” 7Sebab itu tunduklah kepada Allah, lawanlah Iblis, maka ia akan lari daripadamu. 8Dekatilah Allah, maka Ia pun akan mendekatimu. Bersihkanlah tanganmu, hai para pendosa, dan sucikanlah hatimu, hai orang-orang yang mendua hati! 9Hendaklah kamu bersedih, meratap, dan menangis; hendaklah tawamu kamu ubah menjadi ratapan dan kegembiraanmu menjadi duka. 10Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, maka Ia akan meninggikan kamu.

Al Hawari Pa’ul: Pembasuhan yang Mendatangkan Kesucian

Al-Injil, Surah Efesus 5:25-27

5:25Hai para suami, kasihilah istrimu, sama seperti Al Masih telah mengasihi jemaah dan menyerahkan diri-Nya untuk jemaah itu. 26Hal itu dilakukan-Nya supaya Ia dapat menyucikan jemaah setelah Ia membersihkannya dengan air permandian dan Firman, 27dan supaya Ia dapat menempatkan jemaah di hadapan diri-Nya sendiri dalam keadaan mulia, tidak bernoda atau berkerut atau yang lain semacam itu, melainkan supaya jemaah itu suci dan tidak bercela.

Al Hawari Pa’ul: Kelahiran Baru oleh Ruh Mendatangkan Kuasa Pembasuhan

Al-Injil, Surah Titus 3:4-6

3:4Tetapi ketika kemurahan Allah, Juruselamat kita, serta kasih-Nya kepada manusia dinyatakan, 5kita diselamatkan-Nya, bukan karena perbuatan-perbuatan baik yang kita lakukan, melainkan oleh karena rahmat-Nya melalui kuasa pembasuhan dari kelahiran baru dan melalui pembaharuan oleh Ruh Allah, 6yang sudah dicurahkan atas kita dengan limpahnya oleh Isa Al Masih, Juruselamat kita.

Dibasuh Hati Agar Saling Memperhatikan

Surah Ibrani 10:22-24

10:22Karena itu marilah kita menghampiri Allah dengan hati yang benar dalam keyakinan iman yang penuh oleh karena hati kita telah dipercik sehingga suci dari hati nurani yang jahat, dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni. 23Marilah kita berpegang teguh pada ikrar dari pengharapan kita, karena Ia yang menjanjikannya dapat dipercayai, 24dan marilah kita saling memperhatikan untuk membangkitkan kasih dan perbuatan-perbuatan baik.

Seseorang menulis do’a berikut saat dia sedang mempersiapkan diri, untuk menyembah Allah:

Do’a Penyucian dengan Air

Saya ingin menaati Firman Allah saat sembahyang.

Saya membasuh tubuh saat mempersiapkan diri untuk menyembah Allah.

Saya membasuh mulut sambil memohon kepada Allah untuk menghapus setiap kata buruk dari mulutku.

Saya membasuh muka sambil memohon kepada Allah agar rahmat-Nya bersinar atas diriku.

Saya membasuh dahi sambil memohon kepada Allah agar dapat merenungkan Firman Allah.

Saya membasuh mata sambil memohon kepada Allah agar dapat melihat segala sesuatu melalui tuntunan Firman Allah.

Saya membasuh telinga agar tidak mendengar apa yang jahat, melainkan mendengar Firman Allah untuk melakukan-Nya.

Saya mencuci tangan agar hanya melakukan pekerjaan baik dan bukan yang jahat.

Saya membasuh kaki agar bisa berjalan dan melangkah menuju Jalan Allah.

Saya menyelesaikan persiapan sembahyang dengan memohon kepada Allah untuk membasuh hatiku, sebab darinya mengalir air kehidupan. Amin.