K I T A B   S U C I
[VER] : [KITABSUCI]
[TAURAT]  [ZABUR]  [INJIL] 
[ARTIKEL]

<<  Hakekat Puasa >> 
Halaman 2

Puasa Keselamatan : Puasa Agar Selamat Dari Ancaman Atau Musuh

Puasa Raja Yosafat: Selamat atas Musuh

Pada saat keamanan bangsa terancam oleh musuh yang kuat, Nabi Yosafat mendirikan puasa untuk bangsa dengan permohonon kepada Allah agar selamat. Allah hijab kabul do'a-puasa dengan mengalahkan musuh-musuhnya.


KST, Surah 2 Tawarikh 20:1-30

1Sesudah itu bani Moab dan bani Amon datang bersama orang Meunim untuk berperang melawan Yosafat. 2Maka datanglah beberapa orang memberitahu Yosafat, "Suatu pasukan besar datang dari Edom di seberang Laut Mati hendak menyerang Tuanku. Sesungguhnya, mereka sudah berada di Hazezon-Tamar, yaitu En-Gedi." 3Yosafat menjadi takut, lalu ia menetapkan hati untuk mencari hadirat ALLAH. Dimaklumkannya puasa bagi seluruh Yuda. 4Orang Yuda pun berkumpul untuk memohon pertolongan dari ALLAH. Ya, dari semua kota Yuda mereka datang untuk mencari hadirat ALLAH.

5Kemudian Yosafat berdiri di tengah-tengah jemaah Yuda dan Yerusalem di Bait ALLAH, di depan pelataran yang baru. 6Ia berkata, "Ya ALLAH, ya Tuhan nenek moyang kami, bukankah Engkau Tuhan yang di surga? Bukankah Engkau berkuasa atas segala kerajaan bangsa-bangsa? Di tangan-Mu ada kuasa dan keperkasaan, sehingga tidak ada yang dapat bertahan melawan Engkau. 7Ya Tuhan kami, bukankah Engkau yang menghalau penduduk negeri ini dari hadapan umat-Mu Israil dan mengaruniakannya kepada keturunan Ibrahim, sahabat-Mu itu, untuk selama-lamanya? 8Mereka telah menetap di sini dan membangun tempat suci bagi nama-Mu. Kata mereka, 9'Jika malapetaka, yaitu pedang, hukuman, penyakit sampar, atau bencana kelaparan menimpa kami, maka kami akan berdiri di depan Bait ini dan di hadapan-Mu, karena nama-Mu ditegakkan di dalam Bait ini. Kami akan berseru kepada-Mu dalam kesesakan kami, dan Engkau akan mendengar serta menyelamatkan kami.'

10Sekarang, lihatlah bani Amon, Moab, dan orang-orang Pegunungan Seir ini! Engkau tidak mengizinkan orang Israil mendatangi mereka ketika keluar dari Tanah Mesir, sehingga orang Israil menyingkir dari mereka dan tidak membinasakan mereka. 11Tetapi lihatlah, sebagai balasan mereka terhadap kami, mereka datang untuk menghalau kami dari tanah milik-Mu yang telah Kauwariskan kepada kami. 12Ya Tuhan kami, masakan Engkau tidak menghukum mereka? Kami tidak punya kekuatan untuk menghadapi pasukan besar yang datang menyerang kami ini. Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan, tetapi mata kami tertuju kepada-Mu."

13Sementara itu semua orang Yuda berdiri di hadirat ALLAH, begitu juga istri, anak-anak muda, dan anak-anak kecil.

14Maka Ruh ALLAH turun di tengah-tengah jemaah itu ke atas Yahaziel bin Zakharia bin Benaya bin Yaiel bin Matanya, seorang Lewi dari bani Asaf.

15Ia berkata, "Dengarlah, hai semua orang Yuda dan penduduk Yerusalem, juga Tuanku Raja Yosafat! Beginilah firman ALLAH kepadamu, Jangan takut dan jangan kecut hati karena pasukan besar itu, sebab bukan kamu yang akan berperang melainkan Allah. 16Besok, turunlah dan datangi mereka. Ketahuilah, mereka akan naik melalui pendakian Zis. Dapati mereka di ujung lembah, di depan Padang Belantara Yeruel. 17Kamu tidak usah berperang dalam pertempuran ini. Berdirilah tegak di tempatmu dan lihatlah kemenangan dari ALLAH yang menyertai kamu, hai orang Yuda dan Yerusalem. Jangan takut dan jangan kecut hati! Majulah besok dan hadapi mereka, ALLAH akan menyertai kamu."

18Yosafat membungkuk dengan muka sampai ke tanah. Semua orang Yuda dan penduduk Yerusalem pun bersujud di hadirat ALLAH dan menyembah ALLAH. 19Lalu orang Lewi dari bani Kehat dan bani Korah bangkit untuk memuji ALLAH, Tuhan yang dipuja bani Israil, dengan suara yang sangat nyaring.

20Keesokan harinya mereka bangun pagi-pagi lalu pergi ke Padang Belantara Tekoa. Ketika mereka hendak pergi, berdirilah Yosafat dan berkata, "Dengarkanlah aku, hai orang Yuda dan penduduk Yerusalem! Percayalah kepada ALLAH, Tuhanmu, maka kamu akan tetap teguh. Percayalah kepada nabi-nabi-Nya, maka kamu akan berhasil." 21Setelah berunding dengan rakyat, ia mengangkat orang-orang yang akan menyanyi bagi ALLAH dan memuji Dia dengan pakaian suci sambil berjalan di depan orang-orang bersenjata, demikian,

Mengucap syukurlah kepada ALLAH,

karena kasih-Nya kekal selama-lamanya.

22Pada waktu mereka mulai bersorak-sorai dan menyanyikan puji-pujian, ALLAH mengadakan penghadangan terhadap bani Amon, bani Moab, dan orang-orang Pegunungan Seir yang datang menyerang Yuda, sehingga orang-orang itu terpukul kalah. 23Bani Amon dan Moab bangkit melawan penduduk Pegunungan Seir lalu menumpas dan membinasakan mereka. Setelah menghabisi penduduk Seir, mereka saling bantu membunuh kawannya sendiri.

24Ketika orang Yuda sampai ke tempat peninjauan di padang belantara dan memandang ke arah pasukan itu, tampaklah mayat bergelimpangan di tanah. Tidak ada yang terluput. 25Kemudian Yosafat dan pasukannya datang untuk menjarah barang-barang musuh. Mereka mendapati banyak harta benda di situ, juga barang-barang berharga. Semuanya mereka ambil bagi diri mereka sendiri sampai mereka tidak dapat membawanya lagi. Tiga hari lamanya mereka menjarah barang-barang itu karena begitu banyaknya. 26Pada hari keempat mereka berkumpul di Lembah Berkah, lalu di sana mereka memuji-muji ALLAH. Itulah sebabnya tempat itu dinamai Lembah Berkah sampai hari ini.

27Setelah itu kembalilah semua orang Yuda dan Yerusalem di bawah pimpinan Yosafat. Mereka kembali ke Yerusalem dengan sukacita, karena ALLAH telah membuat mereka bersukacita atas kekalahan musuh-musuh mereka. 28Mereka memasuki Yerusalem dengan diiringi bunyi gambus, kecapi, dan nafiri, lalu menuju Bait ALLAH.

29Rasa takut dari Allah melanda semua kerajaan negeri-negeri lain ketika mereka mendengar bahwa ALLAH telah memerangi musuh-musuh Israil. 30Maka sentosalah kerajaan Yosafat, karena Tuhannya mengaruniakan kepadanya ketenteraman di segala penjuru.


Puasa Nabi Uzair: Selamat di Perjalanan

Pada saat memulai perjalanan yang penuh bahaya, Nabi Uzair mendirikan puasa dan do'a agar tiba dengan selamat.


KST, Surah Uzair

8:21Lalu kumaklumkan puasa di sana, di tepi Sungai Ahawa, supaya kami merendahkan diri di hadirat Tuhan kami dan memohon kepada-Nya jalan yang aman bagi kami, anak-anak kami, serta segala harta benda kami.


Puasa Siti Ester: Selamat Menghadapi Ancaman

Pada saat bangsa terancam musnah, didirikannya puasa dan do'a agar selamat. Sesudah selamat, puasa-do'a itu diulangi setiap tahun agar umat Isra'il ingat keselamatan dari Allah. Tujuan Siti Ester ialah kembalikan mereka pada Allah yang Esa.


KST, Surah Ester

4:1Setelah Mordekhai mengetahui segala yang terjadi, maka dikoyakkannya pakaiannya lalu dipakainya kain kabung dan abu. Ia keluar ke tengah-tengah kota sambil berteriak-teriak dengan nyaring dan getir 2hingga sampai di depan pintu gerbang istana raja, karena tidak ada yang boleh memasuki pintu gerbang istana raja dengan memakai kain kabung. 3Juga di setiap propinsi, di tempat mana pun perintah dan undang-undang raja itu sampai, ada perkabungan yang besar di antara bani Israil disertai puasa, tangisan, dan ratapan. Banyak orang menghamparkan kain kabung dengan abu sebagai alas tidur.

9:31Isinya menetapkan hari-hari Purim itu pada waktu yang ditentukan, sebagaimana telah ditetapkan bagi mereka oleh Mordekhai, orang Israil itu, juga oleh Ratu Ester, dan sebagaimana telah ditetapkan oleh mereka sendiri atas diri mereka serta keturunan mereka mengenai hal berpuasa dan meratap.