K I T A B   S U C I
[VER] : [KITABSUCI]
[TAURAT]  [ZABUR]  [INJIL] 
[ARTIKEL]

<<  Keluarga Sakinah >> 
Halaman 12

Sesi 12: Isteri yang Sholekah (1)

1. Mengasihi suaminya.

Al Injil, Surat Titus 2:3-5

2:3Demikian juga perempuan-perempuan yang tua, hendaklah mereka hidup terhormat, tidak suka memfitnah, dan tidak menjadi hamba anggur, melainkan dapat mengajarkan hal-hal yang baik. 4Maksudnya ialah supaya dari mereka itu, perempuan-perempuan yang muda dapat belajar bagaimana mengasihi suami dan anak-anak mereka, 5bagaimana menguasai diri mereka serta hidup suci, bagaimana menjadi ibu rumah tangga yang terampil, baik hati, dan rela tunduk kepada suami, supaya Firman Allah jangan dicela orang.

2. Menghormati suaminya.

Al Injil, Surah Efesus 5:33

5:33Dengan demikian, hendaklah kamu masing-masing juga mengasihi istrimu seperti kamu mengasihi dirimu sendiri. Sebaliknya, hendaklah istri menghormati suaminya.

3. Tunduk kepada suaminya.

At Taurat, Surah Kejadian 3:16

16Firman-Nya kepada perempuan itu, “Aku akan memperbanyak susah payahmu pada waktu engkau mengandung. Dengan kesusahan engkau akan melahirkan anak. Meskipun begitu, engkau akan tetap mendambakan suamimu dan ia akan, berkuasa atas engkau.”

Al Injil, Surah 1 Korintus 14:34

34Sebagaimana dalam semua jemaah orang saleh, hendaklah perempuan-perempuan berdiam diri dalam setiap pertemuan jemaah. Mereka tidak diperbolehkan berbicara. Sebaliknya, hendaklah mereka menuruti perintah, seperti yang telah tersurat dalam Kitab Suci Taurat.

Al Injil, Surah Efesus 5:22,24

22Hai para istri tunduklah kepada suamimu, seperti kepada Tuhan. 24Sebagaimana jemaah tunduk kepada Al Masih, demikian jugalah hendaknya para istri tunduk kepada suami mereka dalam segala hal.

Al Injil, Surah 1 Petrus 3:1

1Kamu juga, hai istri-istri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika di antara mereka ada yang tidak percaya kepada Firman Allah, tan-pa perlu sepatah kata pun kelakuanmu dapat membuat mereka percaya,

4. Setia kepada suaminya.

Al Injil, Surah 1 Korintus 7:3-5,10

3Hendaklah suami memenuhi kewajibannya terhadap istrinya, demikian juga istri terhadap suaminya. 4Istri tidak berwenang atas tubuhnya sendiri, melainkan suaminya. Demikian juga suami tidak berwenang atas tubuhnya sendiri, melainkan istrinya. 5Karena itu janganlah kamu menahan kehendak masing-masing dalam hal melakukan hubungan suami istri, kecuali jika kamu sudah sepakat melakukannya hanya untuk seketika lamanya, dengan maksud supaya ada kesempatan bagi kamu untuk berdoa. Kemudian setelah itu kamu harus bersama-sama lagi, supaya kamu jangan digoda oleh Iblis, sebab kamu tidak dapat berlama-lama menahan diri. 10Sedangkan kepada orang-orang yang sudah menikah, demikianlah pesanku (sesungguhnya bukan aku, melainkan Tuhan yang berpesan): Janganlah istri memisahkan diri dari suaminya.

5. Terikat dengan suaminya seumur hidup.

Al Injil, Surah Rum 7:2,3

2Seorang perempuan yang bersuami, misalnya, terikat oleh hukum kepada suaminya selama suaminya masih hidup. Tetapi jika suaminya meninggal, ia terlepas dari hukum yang mengikatnya kepada suaminya. 3Itulah sebabnya jika perempuan itu menikah dengan laki-laki lain sementara suaminya masih hidup, maka ia dianggap berzina. Tetapi jika suaminya sudah meninggal, maka bebaslah ia dari hukum yang mengikatnya, sehingga ia dianggap tidak berzina kalau ia menikah lagi dengan laki-laki lain.