K I T A B   S U C I
[VER] : [KITABSUCI]
[TAURAT]  [ZABUR]  [INJIL] 
[ARTIKEL]

<<  Keluarga Sakinah >> 
Halaman 13

Sesi 13: Isteri yang Sholekah (2)

1. Harus “menghiasi dirinya” dengan baik

a. Bukan dengan emas atau pakaian yang mahal-mahal melainkan pakaian sopan dan sederhana, dan dengan perbuatan baik.

Al Injil, Surah 1 Timotus 2:9-10

2:9Demikian juga perempuan-perempuan, hendaklah mereka mendandani diri mereka secara pantas dan memakai pakaian yang sopan serta sederhana. Janganlah mereka mengepangngepang rambut, memakai mas, mutiara, atau pakaian yang mahal-mahal harganya, 2:10melainkan hendaklah mereka mendandani diri mereka dengan perbuatan yang baik. Demikianlah yang patut dilakukan oleh perempuan yang mengaku dirinya bertakwa.

b. Dengan sifat batin yang sholeh.

Al Injil, Surah 1 Petrus 3:1-6

3:1Kamu juga, hai istri-istri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika di antara mereka ada yang tidak percaya kepada Firman Allah, tan-pa perlu sepatah kata pun kelakuanmu dapat membuat mereka percaya, 2yaitu ketika mereka melihat betapa murni dan salehnya hidupmu. 3Janganlah kecantik-anmu hanya kecantikan yang nampak dari luar, seperti misalnya dengan mengepang rambut, memakai perhiasan emas atau pakaian yang mewah. 4Sebaliknya, hendaklah kecantikanmu berasal dari dalam batinmu, dengan perhiasan perangai yang lemah lembut dan tenang. Itulah perhiasan yang tidak akan binasa dan sangat berharga di hadapan Allah. 5Karena demikianlah perempuan-perempuan saleh pada zaman dahulu menghiasi diri mereka. Mereka berharap kepada Allah serta tunduk kepada suami mereka. 6Sarah pun seperti itu. Ia menuruti perintah-perintah Nabi Ibrahim dan menyebutnya tuan. Kamu sekarang adalah anak-anaknya jika kamu berbuat baik dan tidak takut pada apa pun.

c. Dengan perbuatan yang baik.

Al Injil, Surah 1 Timotius 5:9-10

5:9Daftarkanlah janda-janda yang lebih dari enam puluh tahun umurnya, yang dulu hanya bersuamikan seorang, 10dan yang terkenal baik karena perbuatan-perbuatannya, yaitu mereka yang memelihara anak-anaknya, rela memberi tumpangan bagi orang lain serta membantu orang-orang saleh dalam kebutuhan mereka, suka menolong orang yang kesusahan, dan rajin dalam segala pekerjaan yang baik.

2. Menolong suami yang belum beriman.

Al Injil, Surah 1 Korintus 7:13-16

13Demikian pula halnya dengan perempuan yang telah bersuamikan orang yang tidak beriman. Jika suaminya itu tetap mau hidup bersama-sama dengannya, janganlah ia meninggalkannya. 14Karena suami yang tidak beriman itu telah disucikan oleh istrinya dan istri yang tidak beriman itu telah disucikan oleh suaminya. Jika tidak demikian, niscaya anak-anakmu adalah anak-anak najis. Tetapi sekarang mereka adalah anak-anak yang suci. 15Akan tetapi, jika orang yang tidak beriman itu mau memisahkan diri, biarkanlah mereka berpisah. Dalam hal ini, saudara atau saudari kita yang seiman itu sudah tidak terikat lagi. Tetapi kita dipanggil Allah untuk hidup dalam perdamaian. 16Karena hai istri, bagaimana kamu dapat mengetahui kalau-kalau kamu akan menyelamatkan suamimu? Atau bagaimana kamu dapat mengetahui, hai suami, kalau-kalau kamu akan menyelamatkan istrimu?

Al Injil, Surah 1 Petrus 3:1,2

1Kamu juga, hai istri-istri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika di antara mereka ada yang tidak percaya kepada Firman Allah, tan-pa perlu sepatah kata pun kelakuanmu dapat membuat mereka percaya, 2yaitu ketika mereka melihat betapa murni dan salehnya hidupmu.