K I T A B   S U C I
[VER] : [KITABSUCI]
[TAURAT]  [ZABUR]  [INJIL] 
[ARTIKEL]

<<  Keluarga Sakinah >> 
Halaman 24

Sesi 24: Menjauhi Kemurtadan Kemaksiatan

1. Perzinahan

Al Injil Surah 1 Tesalonika 4:1-7

1Akhirnya kami meminta kepadamu, hai Saudara-saudara, dan kami menasihati kamu dalam Isa, Junjungan kita Yang Ilahi, supaya seperti sudah kamu pelajari dari kami bagaimana kamu harus berlaku dan berkenan kepada Allah, lakukanlah demikian. Hendaklah kamu semakin bersungguh-sungguh, 2karena kamu tahu apa yang sudah kami pesankan kepadamu dari Isa, Junjungan kita Yang Ilahi. 3Demikian inilah kehendak Allah, yaitu hendaklah kamu menjadi suci, menjauhkan dirimu dari percabulan, 4dan hendaklah kamu masing-masing tahu bagaimana mengendalikan tubuhnya sendiri dan hidup secara suci serta mulia, 5bukan di dalam keinginan hawa nafsu, seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah. 6Janganlah orang berdosa atau berbuat jahat terhadap saudaranya dalam hal itu, karena Tuhan akan membalasnya, seperti yang sudah kami katakan kepadamu terdahulu dan yang juga sudah kami saksikan. 7Karena kita sudah dipanggil Allah bukan untuk melakukan halhal yang cemar, melainkan hal-hal yang suci.

Pepatah Sulaiman 5:15-23

15Minumlah air dari sumurmu sendiri, air yang segar dari perigimu sendiri. 16Patutkah mata airmu memencar ke jalan, dan aliran airmu ke tempat-tempat umum? 17Biarlah itu menjadi milikmu sendiri, dan jangan menjadi milik orang-orang lain yang ada besertamu. 18Semoga mata airmu diberkahi. Bersukacitalah dengan istri masa mudamu, 19rusa yang jelita, kambing hutan yang elok.

Biarlah buah dadanya senantiasa memuaskanmu, dan engkau selalu tergila-gila akan cintanya. 20Hai anakku, apa gunanya engkau tergila-gila pada perempuan sundal, dan mendekap dada perempuan jalang? 21Karena jalan-jalan manusia nyata di hadapan mata ALLAH, dan Ia memperhatikan setiap langkahnya. 22Orang fasik akan tertangkap oleh kesalahannya sendiri, dan terjerat oleh tali-tali dosanya. 23Ia mati karena tidak menerima didikan, dan tersesat di dalam kebodohannya yang besar.

Pepatah Sulaiman 6:20-35

20Hai anakku, peganglah teguh perintah ayahmu, dan jangan lalaikan ajaran ibumu. 21Tambatkanlah semua itu senantiasa dalam hatimu, dan kalungkanlah pada lehermu. 22Apabila engkau berjalan, semua itu akan memimpinmu, apabila engkau berbaring, semua itu akan menjagamu, dan apabila engkau bangun, semua itu akan berkata-kata denganmu. 23Karena perintah itu pelita, ajaran itu cahaya, dan teguran yang mendidik adalah jalan kehidupan. 24Dengan demikian, engkau akan dijagai dari perempuan jahat, dan dari lidah perempuan jalang yang licin. 25Jangan inginkan kecantikannya di dalam hatimu, jangan biarkan ia menangkapmu dengan kelopak matanya. 26Karena perempuan sundal dapat disewa dengan sepotong roti, tetapi istri orang lain memburu nyawa yang berharga. 27Jika orang membawa api ke dadanya, masakan pakaiannya tidak terbakar? 28Jika orang berjalan di atas bara, masakan kakinya tidak hangus? 29Demikian pulalah orang yang bercampur dengan istri sesamanya. Siapa pun yang menjamahnya tidak akan lepas dari hukuman. 30Seorang pencuri tidak dihina jika ia mencuri sesuatu untuk memuaskan nafsunya ketika ia lapar. 31Jika tepergok, maka ia harus mengganti tujuh kali lipat, dan ia harus menyerahkan segala harta benda dalam rumahnya. 32Tetapi orang yang berzina dengan istri orang lain adalah orang yang kurang akal; ia merusak dirinya sendiri dengan berbuat demikian. 33Luka dan aib akan diperolehnya, dan celanya tak terhapuskan. 34Karena cemburu akan membuat laki-laki berang, dan pada hari pembalasan ia tak akan berbelaskasihan. 35Ia tak akan mengindahkan tebusan apa pun, dan tak akan sudi menerima suap meski kauperbanyak.

Pepatah Sulaiman 7:1-27

1Hai anakku, peganglah teguh perkataanku, dan simpanlah perintah-perintahku di dalam hatimu. 2Peganglah teguh perintah-perintahku, maka engkau akan hidup; demikian pula ajaranku, seperti biji matamu. 3Tambatkanlah semua itu pada jarimu, dan tuliskanlah semua itu pada loh hatimu. 4Katakanlah kepada hikmat, “Engkau saudariku,” dan sebutlah pengertian itu sanakmu, 5supaya engkau dijaganya dari perempuan sundal, dan dari perempuan jalang yang perkataannya licin. 6Melalui kisi-kisi di jendela rumahku aku pernah menjenguk, 7kulihat di antara orang-orang lugu, dan kuperhatikan di antara para teruna, se-orang muda yang kurang akal. 8Ia melintas dekat sudut jalan lalu melangkah menuju rumah perempuan semacam itu 9di senja hari, yaitu pada waktu magrib, ketika sudah malam dan gelap. 10Tiba-tiba seorang perempuan menemuinya, berpakaian sundal dan berhati licik. 11Perempuan itu cerewet serta pembangkang. Kakinya tidak betah di rumah, 12sebentar di jalan, sebentar di tempat-tempat umum, dan di setiap sudut ia mengincar. 13Dipegangnya orang muda itu dan diciumnya, lalu dengan tebal muka ia berkata kepadanya, 14”Aku harus mempersembahkan kurban pendamaian, dan pada hari ini aku telah membayar nazarku. 15Itulah sebabnya aku keluar untuk menemuimu; aku mencarimu, dan sekarang kudapatkan engkau. 16Di atas tempat tidurku telah kubentangkan alas, kain lenan beraneka warna dari Mesir. 17Aku pun telah mengharumkan pembaringanku dengan damar wangi, gaharu, dan kayu manis.

18Marilah kita memuaskan birahi sampai pagi hari, dan menikmati cinta bersama, 19karena suamiku tidak ada di rumah, ia sedang menempuh perjalanan yang jauh. 20Ia membawa sekantong uang, dan baru pulang ke rumah saat bulan purnama.” 21Dengan banyak perkataan yang meyakinkan diajaknya orang muda itu, dan dengan bibirnya yang licin digiringnya ia. 22Maka tiba-tiba orang muda itu mengikutinya seperti sapi yang dibawa ke tempat penyembelihan, seperti orang terbelenggu yang dibawa ke tempat penghukuman orang bodoh, 23sampai anak panah membelah hatinya. Ia seperti burung yang dengan cepat menuju jerat, tanpa sadar bahwa nyawanya terancam. 24Sebab itu, hai anak-anak, dengarkanlah aku, perhatikanlah perkataan mulutku. 25Janganlah hatimu menyimpang ke jalan-jalan perempuan itu, dan janganlah tersesat di lorong-lorongnya, 26karena banyak korban telah dijatuhkannya, dan besarlah jumlah orang yang dibunuhnya. 27Rumahnya adalah jalan menuju alam kubur, yang menurun menuju kamar-kamar maut.