K I T A B   S U C I
[VER] : [KITABSUCI]
[TAURAT]  [ZABUR]  [INJIL] 
[ARTIKEL]

<<  Keluarga Sakinah >> 
Halaman 7

Sesi 7: Suami yang Sholeh (1)

1. Jangan mengambil istri dari orang yang tidak bertaqwa kepada Allah

At Taurat, Surah Kejadian 24:3; 26:34,35; 28:1

24:3Aku meminta engkau bersumpah demi ALLAH, Tuhan semesta langit dan Tuhan semesta bumi, bahwa engkau tidak akan mengambil seorang istri bagi anakku dari antara anakanak perempuan Kanaan, sekalipun aku tinggal di antara mereka. 26:34Ketika Esau berumur empat puluh tahun, ia memperistri Yudit binti Beeri, orang Het, dan Basmat binti Elon, orang Het. 35Kedua istrinya itu mendatangkan kegetiran di hati Ishak dan Ribka.

28:1Oleh karena itu, Ishak memanggil Yakub. Ia memohonkan berkah baginya dan berpesan kepadanya, “Engkau tidak boleh memperistri salah seorang dari antara perempuan Kanaan.

2. Mengasihi Istri

Al Injil, Surah Efesus 5:25-33

25Hai para suami, kasihilah istrimu, sama seperti Al Masih telah mengasihi jemaah dan menyerahkan diri-Nya untuk jemaah itu. 26Hal itu dilakukan-Nya supaya Ia dapat menyucikan jemaah setelah Ia membersihkannya dengan air permandian dan Firman, 27dan supaya Ia dapat menempatkan jemaah di hadapan diri-Nya sendiri dalam keadaan mulia, tidak bernoda atau berkerut atau yang lain semacam itu, melainkan supaya jemaah itu suci dan tidak bercela. 28Demikian pula halnya dengan para suami, hendaklah mereka mengasihi istri mereka seperti mereka mengasihi tubuh sendiri. Barangsiapa mengasihi istrinya, ia mengasihi dirinya sendiri. 29Karena belum pernah ada orang yang membenci tubuhnya sendiri, melainkan menjaga dan memeliharanya, sebagaimana yang dilakukan Al Masih terhadap jemaah-Nya – 30sebab kita adalah anggota-anggota tubuh-Nya. 31Untuk itu se-orang laki-laki akan meninggalkan bapak dan ibunya untuk hidup bersama-sama dengan istrinya, dan keduanya akan menjadi satu. 32Hal ini adalah suatu rahasia yang besar, tetapi yang aku maksudkan adalah hubungan antara Al Masih dengan jemaah. 33Dengan demikian, hendaklah kamu masing-masing juga mengasihi istrimu seperti kamu mengasihi dirimu sendiri. Sebaliknya, hendaklah istri menghormati suaminya.

3. Membangun dan Menjaga Kesatuan dengan Istri

At Taurat, Surah Kejadian 2:24

24Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya lalu berpaut dengan istrinya, sehingga keduanya menjadi satu.

Al Injil, Surah Markus 10:6-8

6Tetapi sejak permulaan penciptaan, Allah menciptakan laki-laki dan perempuan. 7Seorang laki-laki akan meninggalkan ayah serta ibunya, dan hidup bersama-sama dengan istrinya 8sehingga keduanya akan menjadi satu. Dengan demikian, mereka bukan lagi dua, melainkan satu.

Al Injil, Surah 1 Korintus 7:2-4

2Akan tetapi, oleh sebab adanya godaan percabulan, hendaklah setiap laki-laki mempunyai istri dan setiap perempuan mempunyai suami sendiri-sendiri. 3Hendaklah suami memenuhi kewajibannya terhadap istrinya, demikian juga istri terhadap suaminya. 4Istri tidak berwenang atas tubuhnya sendiri, melainkan suaminya. Demikian juga suami tidak berwenang atas tubuhnya sendiri, melainkan istrinya.

4. Menjadi Kepala Atas Isterinya

At Taurat, Surah Kejadian 3:16

16Firman-Nya kepada perempuan itu, “Aku akan memperbanyak susah payahmu pada waktu engkau mengandung. Dengan kesusahan engkau akan melahirkan anak. Meskipun begitu, engkau akan tetap mendambakan

suamimu, dan ia akan berkuasa atas engkau.”

Al Injil, Surah 1 Korintus 11:3

3Tetapi aku hendak memberitahukan kepadamu bahwa Al Masih adalah kepala dari setiap laki-laki, laki-laki adalah kepala perempuan, dan Allah adalah kepala Al Masih.

Al Injil, Surah Efesus 5:23

23Karena suami adalah kepala istri, sama seperti Al Masih adalah kepala jemaah. Dialah yang menyelamatkan tubuh.

5. Menghormati Istrinya

Al Injil, Surah 1 Petrus 3:7

7Demikian jugalah kamu, hai suami-suami. Hendaklah kamu bertindak bijaksana terhadap istrimu dan hendaklah kamu menghargainya sebagai orang yang lebih lemah, karena bersama-sama dengan dia, kamu menerima karunia Allah, yaitu kehidupan. Dengan demikian, doa-doamu tidak akan terhalang.

6. Mengangap Istri seperti Dirinya Sendiri

At Taurat, Surah Kejadian 2:23

23Kata manusia itu, “Ini dia! Tulang dari tulangku, dan daging dari dagingku. Ia akan disebut perempuan sebab ia diambil dari lakilaki.”

Al Injil, Surah Matius 19:5

5Firman-Nya, ‘Oleh sebab itu, seorang lakilaki akan meninggalkan ayah serta ibunya dan hidup bersama-sama dengan istrinya, sehingga keduanya akan menjadi satu.’

7. Setia kepada Istri

Pepatah Sulaiman 5:19

20Hai anakku, apa gunanya engkau tergila-gila pada perempuan sundal, dan mendekap dada perempuan jalang?

Nabi Maleakhi 2:14,15

14Kamu bertanya, “Mengapa?” Karena AllAh telah menjadi saksi antara engkau dengan istri yang kaunikahi pada masa mudamu. Engkau telah mengkhianatinya, padahal dialah teman hidupmu dan istrimu berdasarkan ikrar. 15Bukankah Allah menjadikan mereka satu? Raga dan ruh mereka adalah milik-Nya. Mengapa satu? Karena Ia mencari keturunan yang saleh. Sebab itu jagalah dirimu, dan janganlah orang mengkhianati istri yang dinikahinya pada masa mudanya!

8. Mendampingi Istri Selama Hidupnya

At Taurat, Surah Kejadian 2:24

24Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya lalu berpaut dengan istrinya, sehingga keduanya menjadi satu.

Al Injil, Surah Matius 19:3-9

3Kemudian datanglah orang-orang dari mazhab Farisi kepada-Nya dengan maksud hendak mencoba-Nya. Mereka bertanya, “Bolehkah seseorang menceraikan istrinya karena berbagai alasan?” 4Sabda Isa, “Tidakkah kamu baca bahwa Dia, yang menciptakan manusia, dari mulanya telah menjadikan laki-laki dan perempuan? 5Firman-Nya, ‘Oleh sebab itu, se-orang laki-laki akan meninggalkan ayah serta ibunya dan hidup bersama-sama dengan istrinya, sehingga keduanya akan menjadi satu.’ 6Dengan demikian mereka bukan lagi dua melainkan satu. Sebab itu apa yang sudah dipersatukan oleh Allah janganlah dipisahkan oleh manusia.” 7Jawab mereka, “Kalau begitu, mengapa Nabi Musa memerintahkan untuk memberi surat talak dan menceraikannya?” 8Sabda Isa, “Sebab sikapmu yang keras kepala itulah maka Musa meluluskan permintaanmu untuk menceraikan istrimu, tetapi sejak mulanya tidaklah demikian. 9Tetapi Aku berkata kepadamu, barangsiapa menceraikan istrinya kecuali karena percabulan, lalu menikah dengan perempuan lain, ia melakukan perzinaan.”