K I T A B   S U C I
[VER] : [KITABSUCI]
[TAURAT]  [ZABUR]  [INJIL] 
[ARTIKEL]

<<  Kisah Teladan Nabi >> 
Halaman 1

Kisah Teladan Para Nabi Untuk Tauziah

Allah mengutus para Nabi sebagai teladan, pemberi petunjuk, dan pemberi peringatan, agar manusia hidup menurut jalan Allah, yakni, jalan yang lurus.

Al Faatihah/1:6-7     Tunjukilah kami jalan yang lurus (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Al Maa'idah/5:68     Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil, dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu." Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada kebanyakan dari mereka; maka janganlah kamu bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir itu.

Banyak orang telah sesat jalannya, karena hanya mendengarkan apa yang dikatakan oleh manusia. Misal, mungkin dia dipengaruhi oleh teman-temannya untuk memuaskan nafsunya. Mungkin dia hanya mendengar apa yang disampaikan oleh orang-orang yang berpengaruh, sehingga dia sendiri belum mencari dan tidak tahu kebenaran yang sesungguhnya. Al Quran menganjurkan untuk manusia kembali kepada kebenaran yang mengakar dan yang menunjang, yakni, kebenaran dari kitab-kitab Allah yang diturunkan kepada nabi-nabi Allah yang terdahulu. Yang penting ialah sikap manusia yang mendorong kita agar berusaha untuk mencari kebenaran hakiki. Dengan pengertian bahwa kebenaran ialah Allah sendiri, dan Dia menyediakan kebenaran itu bagi kita dalam kitab-kitab Allah.

Sebaiknya Anda mencari kebenaran bersama-sama dengan teman-teman dekat Anda atau keluarga Anda.

Al Baqarah/2:176, 213     Yang demikian itu adalah karena Allah telah menurunkan Al Kitab dengan membawa kebenaran; dan sesungguhnya orang-orang yang berselisih tentang (kebenaran) Al Kitab itu, benar-benar dalam penyimpangan yang jauh (dari kebenaran). Manusia itu adalah umat yang satu (setelah timbul perselisihan), maka Allah mengutus para nabi, sebagai pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka Kitab yang benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Tidaklah berselisih tentang Kitab itu melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka Kitab, yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, karena dengki antara mereka sendiri. Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkan itu dengan kehendak-Nya. Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus.

Al Qashash/28:43     Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa Al-Kitab (Taurat) sesudah Kami binasakan generasi-generasi yang terdahulu, untuk menjadi pelita bagi manusia dan petunjuk dan rahmat, agar mereka ingat.

Al Maa-Idah/5:46     Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi nabi Bani Israil) dengan Isa putera Maryam, membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.


Apakah Anda sudah berada pada kebenaran, jalan yang lurus, sesuai petunjuk-petunjuk Allah?

Untuk mencari kebenaran bersama teman-teman dekat atau keluarga Anda, dianjurkan setiap pribadi membahas secara bergilir 7 Pertanyaan Pokok dalam kelompok Anda:

1.Apa yang disyukuri?

2.Tantangan apa yang dihadapi?

Bacakan nats pokok. Ceritakan kembali dalam kata-kata sendiri.

3.Apa yang dipelajari tentang Allah?

4.Apa yang dipelajari tentang Isa Al Masih?

5.Apa yang dipelajari tentang manusia?

Bahas tindakan nyata sesuai kebenaran yang baru dibaca.

6.Apa yang akan Anda amalkan (lakukan) setelah baca nats itu? Apa yang akan kelompok Anda amalkan?

7.Kepada siapakah Anda akan menyaksikan kebenaran ini?

Untuk membangun akidah/karakter orang-orang yang beriman, dianjurkan agar menghafal ayat-ayat, khususnya hal-hal pokok yang ditandai dengan huruf tebal.

Selamat menikmati hidangan untuk pembekalan perjalanan Anda dan kelompok Anda!