K I T A B   S U C I
[VER] : [KITABSUCI]
[TAURAT]  [ZABUR]  [INJIL] 
[ARTIKEL]

<<  Kisah Teladan Nabi >> 
Halaman 28

Sikap Qalbu yang Tawadu/Melekat pada Firman Allah

KSI, Surah Luqas 8:4-15

4Banyak orang berbondong-bondong datang kepada Isa dari berbagai kota. Ketika sejumlah besar orang berkumpul di sekeliling-Nya, Ia menyampaikan kepada mereka ibarat yang berikut ini. 5“Ada seorang penabur yang pergi untuk menabur benihnya. Pada waktu benih itu ditabur, sebagian jatuh di tepi jalan, lalu dipijak-pijak orang dan burung-burung pun memakannya sampai habis. 6Kemudian sebagian lagi jatuh di tempat yang berbatu-batu. Benih itu pun tumbuh tetapi kemudian menjadi kering karena tanahnya kurang mengandung air. 7Lalu yang sebagian lagi jatuh ke tengah-tengah semak duri. Semak-semak itu tumbuh bersama-sama dengan benih itu lalu mengimpitnya. 8Sedangkan benih-benih lainnya jatuh di tanah yang baik, lalu tumbuh dan menghasilkan buah seratus kali lipat.” Setelah Isa bersabda demikian, berserulah Ia dengan suara nyaring, “Barangsiapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!” 9Para pengikut Isa bertanya kepada-Nya, “Apa arti dari ibarat itu?” 10Sabda Isa, “Kepadamu telah diberikan anugerah untuk mengetahui rahasia-rahasia Kerajaan Allah. Tetapi sebaliknya, kepada orang-orang lain perkara-perkara itu disampaikan hanya melalui ibarat. Maksudnya ialah supaya meskipun mereka melihat, mereka tidak memperhatikan, dan meskipun mereka mendengar, mereka tidak memahami.”

11Isa bersabda, “Inilah arti dari ibarat itu. Benih itu adalah Firman Allah. 12Benih-benih yang jatuh di tepi jalan menceritakan tentang orang-orang yang mendengar Firman, tetapi kemudian Iblis datang dan mengambil Firman itu dari dalam hati mereka, supaya mereka jangan percaya dan diselamatkan. 13Kemudian benih-benih yang jatuh di tempat berbatu-batu menceritakan tentang orang-orang yang mendengar Firman dan menerimanya dengan gembira, tetapi Firman itu tidak berakar di hati mereka. Mereka hanya percaya untuk sementara waktu, dan pada waktu kesusahan datang, mereka pun segera murtad. 14Lalu benih-benih yang jatuh di antara semak duri menceritakan tentang orang-orang yang mendengar Firman, tetapi dalam menjalani kehidupannya mereka terimpit oleh kekhawatiran, kekayaan, dan kenikmatan hidup, sehingga mereka tidak menghasilkan buah yang matang. 15Sedangkan benih-benih yang jatuh di tanah yang baik menceritakan tentang orang-orang yang mendengar Firman, lalu menyimpannya di dalam hati secara layak dan baik, sehingga dalam ketekunan mereka menghasilkan buah.”