K I T A B   S U C I
[VER] : [KITABSUCI]
[TAURAT]  [ZABUR]  [INJIL] 
[ARTIKEL]

<<  Kisah Teladan Nabi >> 
Halaman 34

Ta’wil Kisah Teladan Para Nabi

[a] KST, Kejadian 3:5 -"tahu tentang yang baik dan yang jahat": Syaitan (dalam wujud ular) membujuk Siti Hawa untuk melampaui batas-batas pengetahuan dan kebijaksanaan yang Allah tetapkan bagi manusia.

[b] KST, Kejadian 3:8 - "ALLAH berjalan di taman": Ungkapan ini ialah kiasan yang berisi prinsip penting bahwa manusia mula-mula hidup dalam hubungan yang dekat kepada Allah. Setelah manusia berdosa, Allah mencari manusia untuk menaubatkan mereka.

[c] KST, Kejadian 3:9 - "Di manakah engkau?" Pertanyaan Allah ini menguji kejujuran Adam dan Hawa, sebab Allah mahatahu.

[d] KST, Kejadian 3:22 - "salah satu dari kita": ‘kita’ di sini merujuk kepada Allah dan makhluk-makhluk ilahi, para penghuni surga yang memiliki hikmat jauh melebihi manusia di bumi. Namun, ada pakar-pakar Kitab Suci yang menyatakan bahwa ‘Kita’ (huruf besar) merujuk kepada Allah, Firman-Nya, dan Ruh-Nya, keseluruhan diri Allah.

[e] KST, Kejadian 3:24 - "Malaikat Kerub": Golongan malaikat yang melambangkan hadirat dan keagungan Allah.

[f] KST, Kejadian 4:1 - "Qabil" juga dikenal dengan nama Kain.

[g] KST, Kejadian 6:2 - "makhluk-makhluk ilahi": Banyak ahli memahami 'makhluk-makhluk ilahi' sebagai malaikat yang 'tidak taat pada batas-batas kekuasaan mereka' (Kitab Suci Injil, 2 Petrus 2:4; Yudas 6).

[h] KST, Kejadian 6:4 - "orang Nefilim": Banyak ahli memahaminya sebagai 'manusia raksasa' (Kitab Suci Taurat, Surah Bilangan 13:33).

[i] KST, Kejadian 6:6 - "Maka masygullah hati ALLAH...hal itu mendukakan hati-Nya": Manusia diberi wewenang oleh Allah untuk menerima atau menolak apa yang baik. Namun, Allah tetap berperasaan. Ia dapat menjadi murka kalau manusia mungkar, karena besar kesucian-Nya; Ia dapat menjadi masygul kalau manusia menyimpang, karena besar kasih-Nya.

[j] KST, Kejadian 6:15 - Satu hasta kira-kira setengah meter. Ukuran bahtera itu 133 meter panjangnya, 22 meter lebarnya, dan 13 meter tingginya.

[k] Qs Al A'raaf 7:62 – Nabi Nuh mengetahui hal-hal yang ghaib, dari Allah.

[l] KST, Kejadian 12:7 - "menampakkan diri": Allah sering menampakkan diri/kemuliaan-Nya dan berbicara langsung kepada nabi atau orang-orang lain dalam penglihatan (KST, Kejadian 15:12, 17), mimpi (KST, Kejadian 20:3, 28:12-13), dan cara-cara lain yang ajaib (KST, Surah Keluaran 3:2-3, 24:9-11). Semua ini menunjukkan bahwa Allah berkehendak menjalin hubungan yang akrab dengan manusia.

[m] Qs. An Nahl 16:120 - Hanif: seorang yang selalu berpegang kepada kebenaran dan tak pernah meninggalkannya.

[n] KST, Kejadian 15:6 - "kebenaran": Nabi Ibrahim dinyatakan benar, setia, dan lurus (bahasa Ibrani: tsadiq) bukan sebagai imbalan amalnya, melainkan karena ia memercayai apa yang dijanjikan Allah kepadanya.

[o] Qs. Al 'Ankabuut 29:27 – Balasannya di dunia: Yaitu dengan memberikan anak cucu yang baik, kenabian yang terus menerus pada keturunannya, dan puji-pujian yang baik.

[p] KST, Kejadian 18:20 - "Sodom dan Gomora": Dikenal juga dengan nama Sadum dan Amurah.

[q] KST, Kejadian 16:11 - "Ismail": Dalam bahasa Ibrani nama ini berarti 'Allah mendengar' (lihat juga KST, Surah Kejadian 17:20; 21:17). Dalam bahasa Arab sifat Allah, As Sam’i, Yang Maha Mendengar.

[r] KST, Kejadian 16:12 - "seperti keledai liar": Suatu gaya hidup yang digambarkan oleh Allah sendiri dalam Nabi Ayub 39:8-11, yaitu merdeka, jauh dari tempat yang padat penduduk, serta mengembara.

[s] KST, Kejadian 16:14 - "Lahai Roi": Dalam bahasa Ibrani nama ini berarti 'Dia Yang Hidup, Yang Memperhatikan aku'. Dalam bahasa Arab sifat Allah, Al Basyir, Yang Maha Melihat.

[t] KST, Kejadian 17:5 - "Ibrahim" (Ibrani: Abraham): Dalam bahasa Ibrani nama ini berarti 'bapak leluhur banyak bangsa'.

[u] KST, Kejadian 17:17 "ia tertawa": Tampaknya Nabi Ibrahim mula-mula terkejut mendengar pesan Allah ini, tetapi kemudian ia memercayainya dan imannya tak tergoyahkan (KSI, Rum 4:19-20).

[v] KST, Kejadian 22:2 - "anak tunggalmu": Bukan berhubungan dengan angka, melainkan dengan keunikan (KSI, Surah Yahya 1:12 dan 1:18). Nabi Ishak mempunyai kedudukan yang unik karena perjanjian Allah diikat dengannya (KST, Surah Kejadian 17:19,21, 21:12, 26:4-5) dan karena kelahirannya merupakan suatu mukjizat (KST, Surah Kejadian 17:16-17, 18:12-14, 21:1).

[w] KST, Kejadian 22:14 - "ALLAH menyediakan" atau "ALLAH melihat/memperhatikan": Banding sebutan Siti Hajar kepada Allah dalam KST, Surah Kejadian 16:13.

[x] KST, Keluaran 3:15 - "ALLAH": Dalam bahasa Ibrani disebut Yahweh, yang berarti 'DIA ADA'. Bunyi dan artinya mirip kata ehyeh, yaitu 'AKU ADA' (ayat 14).

[y] KST, Keluaran 4:22 - "Israil itu anak-Ku yang sulung": Bahasa kiasan yang menyatakan bahwa bani Israil diberi Allah kedudukan utama ('anak sulung', lihat KST, Surah Keluaran 13:1-2; KST, Surah Bilangan 3:13) di antara bangsa-bangsa di bumi (lihat Yeremiah 3:19, 31:9).

[z] KST, Keluaran 6:2 - "Nama-Ku, ALLAH": Nabi Ibrahim, Nabi Ishak, dan Nabi Yakub sudah mengenal nama 'ALLAH' (bahasa Ibrani Yahweh; lihat KST, Surah Kejadian 12:8, 22:14, 25:21, 27:20, 28:13). Tetapi yang lebih mereka pahami adalah Allah Yang Mahakuasa (bahasa Ibrani El Syaddai; lihat KST, Surah Kejadian 17:1, 28:3, 35:11, 48:3). Makna sepenuhnya nama ALLAH pertama kali dinyatakan kepada Musa dalam KST, Surah Keluaran 3:14-15.

[aa] KST, Keluaran 12:22 - "hisop": Sejenis tumbuhan yang dipakai dalam upacara keagamaan bani Israil untuk menyucikan barang/orang (lihat juga KST, Surah Imamat 14:4-7; KST, Surah Bilangan 19:18).

[bb] KST, Keluaran 12:27 - "kurban Paskah bagi ALLAH": Bukan berarti Allah memerlukan kurban yang dipersembahkan kepada-Nya (lihat Kitab Zabur 50:9-13). Segala yang dipersembahkan adalah untuk memuliakan Dia.

[cc] KST, Keluaran 20:5 - "membalaskan kesalahan ayah kepada anak-anaknya...kepada keturunan ketiga dan keempat...yang membenci Aku": Bukan berarti dosa ayah diwariskan kepada anak-anaknya, tetapi anak-anak dapat turut menanggung akibat dari kesalahan orang tuanya, entah hanya terkena getahnya atau karena mereka turut mengambil bagian di dalamnya.

[dd] Nabi Yeremiah 31:32 - "Aku ini seperti suami bagi mereka": Lihat Nabi Yeremiah 2:2; Nabi Yesaya 54:5.

[ee] KST, Imamat 4:20 - "imam harus mengadakan pendamaian bagi mereka": Maksudnya mengadakan pendamaian antara mereka dengan Allah (KST, Surah Imamat 1:4; KST, Surah Imamat 4:26,31,35).

[ff] Kitab Suci Zabur 23:4 - “Gada-Mu dan tongkat-Mu” sebagai kiasan yang menggambarkan penyertaan Allah yang melindungi. Gada di tangan seorang gembala melindungi dombanya, dengan memukul serigala yang mengancam domba itu.  Dan dengan tongkatnya, gembala baik mengarahkan domba maupun juga mengambil daun-daunnya dari pohon yang tinggi agar domba dapat makan. 

[gg] Kitab Suci Zabur 51:21 - "mezbah": Tempat untuk membakar kurban persembahan.

[hh] KST, Surah 2 Samuil 7:14 - "menjadi bapak baginya … menjadi anak bagi-Ku": Kiasan pertalian ayah dan anak ini dipakai oleh Allah untuk menggambarkan kedalaman kasih-Nya kepada putra/keturunan Nabi Daud (Bandingkan Kitab Zabur 103:13).

[ii] Nabi Yasyaya 9:5 - "seorang anak telah lahir bagi kita … Bapa yang Kekal": Menurut Kitab Suci Injil, nubuatan ini digenapi oleh kedatangan Isa Al-Masih, "Sang Anak yang berkuasa yang datang dari Allah" (KSI, Surah Rum 1:4). Ia akan memerintah kerajaan yang tidak berkesudahan (KSI, Surah Luqas 1:31-33) dan bertindak dengan penuh kasih kepada umat-Nya sehingga patut digelari 'Bapa yang Kekal'.

[jj] Nabi Yasyaya 11:1 - "Suatu tunas ... dari tunggul Isai": Merujuk kepada keturunan Nabi Daud bin Isai yang kelak datang sebagai raja yang adil dan benar (Nabi Yeremiah 23:5). Kerajaan-Nya tidak terbatas pada bani Israil semata, tetapi meliputi seluruh dunia (ayat 10).

[kk] Nabi Yasyaya 49:3 - "Engkaulah hamba-Ku, hai Israil": Israil di sini bukanlah bangsa Israil yang dimaksudkan seperti di dalam Nabi Yesaya 41:8-9, melainkan wakil Israil yang menonjol, Sang Hamba Allah. Dialah yang akan membawa Israil kembali kepada Allah (ayat 5), menggenapi makna panggilan bangsa itu untuk menjadi terang bagi bangsa-bangsa lain (ayat 6), serta dijadikan kurban penebus kesalahan (Nabi Yesaya 53:10).

[ll] Nabi Yasyaya 52:15"Ia akan memerciki banyak bangsa": Maksudnya Sang Hamba Allah akan menyucikan bangsa-bangsa (Banding KST, Surah Imamat 14:7; KST, Surah Bilangan 19:18).