K I T A B   S U C I
[VER] : [KITABSUCI]
[TAURAT]  [ZABUR]  [INJIL] 
[ARTIKEL]

<<  Kisah Teladan Nabi >> 
Halaman 6

Kedzaliman dan Ketaqwaan

Oleh karena kisah nyata Nabi Nuh diceritakan dalam beberapa nats, diusulkan agar kelompok yang berkumpul untuk membahasnya membaca dulu di rumah agar dapat membahas dua nats dalam satu kali berkumpul. Diusulkan agar Pembina kelompok memilih nats tertentu saja untuk dibahas.

Kedzaliman Manusia dan Rahmat Allah

Kitab Suci Taurat, Surah Kejadian 6:1-22

1Ketika manusia mulai bertambah banyak di muka bumi, dan bagi mereka lahir anak-anak perempuan, 2makhluk-makhluk ilahi[g] melihat bahwa anak-anak perempuan manusia itu elok-elok parasnya. Lalu mereka memperistri perempuan-perempuan itu, siapa saja yang mereka sukai. 3Kemudian ALLAH berfirman, “Ruh-Ku tidak akan menyertai manusia untuk seterusnya, karena manusia itu fana adanya; umur mereka akan seratus dua puluh tahun.” 4Pada zaman itu ada orang Nefilim[h] di bumi, dan juga pada zaman sesudahnya, yaitu ketika makhluk-makhluk ilahi bercampur dengan anak-anak perempuan manusia dan perempuan-perempuan itu melahirkan anak bagi mereka. Inilah para kesatria di zaman purba, orang-orang yang termasyhur namanya. 5ALLAH melihat bahwa kejahatan manusia besar di bumi, dan bahwa segala angan-angan dan maksud hatinya hanyalah kejahatan senantiasa. 6Maka masygullah hati ALLAH karena Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu mendukakan hati-Nya.[i] 7Berfirmanlah ALLAH, “Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi -- manusia, juga hewan, binatang melata, dan burung-burung di udara -- sebab hati-Ku masygul bahwa Aku telah menjadikan mereka.” 8Tetapi Nuh mendapat rahmat dalam pandangan ALLAH.

9Inilah riwayat Nuh, seorang yang benar dan tak bercela di antara orang-orang sezamannya. Nuh hidup dalam hubungan yang akrab dengan Allah. 10Ia dikaruniai tiga orang anak laki-laki, yaitu Sem, Ham, dan Yafet. 11Sementara itu, bumi sudah bobrok di hadapan Allah dan penuh dengan kekerasan. 12Allah mengamati bumi, dan sungguh, betapa bobroknya! Semua manusia hidup dalam kebobrokan di bumi. 13Maka berfirmanlah Allah kepada Nuh, “Aku telah menetapkan untuk menyudahi hidup semua manusia, sebab bumi ini penuh dengan kekerasan karena mereka. Sesungguhnya, Aku akan memusnahkan mereka bersama-sama dengan bumi. 14Buatlah bagimu sebuah bahtera dari kayu gofir. Dalam bahtera itu buatlah kamar-kamar dan lapisilah dengan ter, baik dari dalam maupun dari luar. 15Beginilah harus kaubuat bahtera itu: 300 hasta panjangnya, 50 hasta lebarnya, dan 30 hasta tingginya.[j] 16Buatlah lubang cahaya pada bahtera itu dengan menyelesaikan bahtera sampai sehasta dari atas. Pasanglah pintu bahtera itu pada lambungnya. Buatlah bahtera itu bertingkat bawah, tengah, dan atas. 17Ketahuilah, Aku akan mendatangkan air bah ke atas bumi untuk memusnahkan semua makhluk yang bernyawa di bawah langit. Semua yang ada di bumi akan mati. 18Akan tetapi, dengan engkau Aku akan menetapkan perjanjian-Ku. Engkau beserta anak-anakmu, istrimu, dan istri anak-anakmu akan masuk ke dalam bahtera itu. 19Dari segala yang hidup, yaitu segala makhluk, haruslah kaubawa masuk ke dalam bahtera satu pasang, yaitu jantan dan betina, supaya mereka dapat tetap hidup bersama-sama dengan engkau. 20Satu pasang dari berbagai jenis burung, berbagai jenis hewan, dan segala jenis binatang melata di bumi akan datang kepadamu supaya mereka dapat tetap hidup. 21Engkau pun harus mengumpulkan segala bahan yang dapat dimakan dan menyimpannya. Itulah yang akan menjadi makanan bagimu dan bagi mereka.” 22Nuh melaksanakan semua itu. Sesuai dengan semua yang diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya.

Seperti yang disabdakan dari Kitab-kitab yang diturunkan sesudah Kitab Taurat:

Kitab Suci Injil, Surah Ibrani 11:7

7Oleh sebab iman, Nabi Nuh – setelah Allah berpesan kepadanya tentang hal-hal yang belum kelihatan – dengan taat membangun sebuah bahtera untuk menyelamatkan keluarganya. Oleh imannya itu, ia menghakimi isi dunia ini dan menjadi ahli waris dari pembenaran berdasarkan iman.

Ketaatan Nabi Nuh

Kitab Suci Taurat, Surah Kejadian 7:1-24

1ALLAH berfirman kepada Nuh, “Masuklah engkau dan seluruh keluargamu ke dalam bahtera, karena engkaulah yang Kulihat benar di antara orang-orang zaman ini. 2Dari semua binatang yang halal ambillah tujuh pasang, jantan dan betina, sedangkan dari binatang yang tidak halal satu pasang, jantan dan betina. 3Juga dari burung-burung yang di udara ambillah tujuh pasang, jantan dan betina, supaya keturunan mereka dapat tetap hidup di seluruh muka bumi. 4Karena tujuh hari lagi Aku akan menurunkan hujan ke atas bumi ini empat puluh hari empat puluh malam lamanya, dan segala makhluk yang telah Kujadikan itu akan Kuhapuskan dari muka bumi.”

5Lalu Nuh melaksanakan semua yang diperintahkan ALLAH kepadanya.

6Nuh berumur enam ratus tahun pada waktu air bah datang melanda bumi, 7dan untuk menyelamatkan diri dari air bah, masuklah Nuh bersama anak-anaknya, istrinya, serta istri anak-anaknya ke dalam bahtera itu. 8Dari binatang-binatang yang halal dan yang tidak halal, burung-burung, serta segala yang merayap di bumi, 9datanglah sepasang-sepasang kepada Nuh di dalam bahtera, jantan dan betina, seperti yang diperintahkan Allah kepada Nuh.

10Setelah tujuh hari, datanglah air bah melanda bumi. 11Pada tahun keenam ratus kehidupan Nuh, di hari ketujuh belas, bulan kedua, terpancarlah semua mata air samudera raya, dan pintu-pintu air di langit pun terbuka. 12Hujan turun ke atas bumi empat puluh hari empat puluh malam lamanya. 13Pada hari itu juga Nuh beserta anak-anaknya, yaitu Sem, Ham, dan Yafet, juga istrinya dan ketiga istri anak-anaknya, masuk ke dalam bahtera. 14Mereka diiringi oleh segala jenis binatang liar, segala jenis ternak, segala jenis binatang melata yang merayap di bumi, dan segala jenis burung, yaitu segala unggas yang bersayap. 15Semuanya datang kepada Nuh dan masuk ke dalam bahtera, sepasang-sepasang dari segala makhluk hidup yang bernyawa. 16Semua yang datang dan masuk adalah yang jantan dan betina dari segala makhluk, seperti diperintahkan Allah kepada Nuh. Kemudian ALLAH menutup pintu bahtera itu setelah Nuh masuk. 17Empat puluh hari lamanya air bah melanda bumi. Air itu terus bertambah-tambah hingga mengangkat bahtera itu tinggi mengambang di atas bumi. 18Air semakin tinggi dan bertambah banyak di atas bumi, dan bahtera itu pun terapung-apung di permukaan air. 19Karena air bertambah dengan sangat dahsyatnya di atas bumi, semua gunung tinggi yang ada di seluruh kolong langit pun tertutup. 20Air itu terus bertambah tinggi hingga gunung-gunung pun tertutupi lima belas hasta di atasnya. 21Maka musnahlah semua makhluk yang bergerak di bumi -- burung-burung, ternak, binatang liar, segala kerumunan binatang kecil di bumi, serta semua manusia. 22Semua yang ada di darat, yaitu semua yang mempunyai napas kehidupan dalam hidungnya, mati. 23Demikianlah dihapuskan segala makhluk hidup yang ada di muka bumi, baik manusia, hewan, binatang melata, maupun burung-burung di udara; semuanya dihapuskan dari atas bumi. Hanya Nuh yang tinggal hidup dengan semua yang ada bersamanya dalam bahtera itu. 24Air itu pun merajalela di atas bumi seratus lima puluh hari lamanya.

Qs Al A'raaf 7:59-65

59. Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya lalu ia berkata: "Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu selain-Nya." Sesungguhnya (kalau kamu tidak menyembah Allah), aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar (kiamat). 60. Pemuka-pemuka dari kaumnya berkata: "Sesungguhnya kami memandang kamu berada dalam kesesatan yang nyata." 61. Nuh menjawab: "Hai kaumku, tak ada padaku kesesatan sedikitpun tetapi aku adalah utusan dari Tuhan semesta alam." 62. "Aku sampaikan kepadamu amanat-amanat Tuhanku dan aku memberi nasehat kepadamu. dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui"[k] 63. Dan apakah kamu (tidak percaya) dan heran bahwa datang kepada kamu peringatan dari Tuhanmu dengan perantaraan seorang laki-laki dari golonganmu agar dia memberi peringatan kepadamu dan mudah-mudahan kamu bertakwa dan supaya kamu mendapat rahmat? 64. Maka mereka mendustakan Nuh, kemudian Kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya dalam bahtera, dan Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. 65. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buta (mata hatinya).

Kisah Nyata Nuh dilanjutkan dalam KST, Surah Kejadian 8:1-22

Kitab Suci Injil, Surah 2 Petrus 2:5

5Seisi dunia pada zaman dahulu pun tidak disayangkan-Nya. Hanya Nabi Nuh, pemberita kebenaran itu, dan tujuh orang keluarganya yang diselamatkan oleh Allah, tatkala Ia mendatangkan air bah atas dunia orang-orang fasik.

Kita melihat bahwa ada pentahiran kejahatan manusia dari Nabi Adam sampai dengan Nabi Nuh, dengan cara memusnahkannya dengan air bah. Setelah itu, Allah berjanji kepada generasi Nuh sampai generasi akhir zaman, tidak akan ada lagi pentahiran dengan pemusnahan melalui air bah. Kita akan melihat di nats lain, bahwa pentahiran dari zaman Nuh sampai dengan akhir zaman dijanjikan oleh Allah melalui cara lain, yang juga mendatangkan keselamatan bagi yang beriman.

Berkah Allah melalui Keturunan Nabi Nuh

Kitab Suci Taurat, Surah Kejadian 9:1-17

1Lalu Allah memberkahi Nuh serta anak-anaknya dan berfirman kepada mereka, “Beranakcuculah, bertambah banyaklah, dan penuhilah bumi. 2Rasa takut dan gentar terhadap kamu akan melanda segala binatang di bumi, segala burung di udara, segala yang merayap di tanah, dan segala ikan di laut. Semua itu Kuserahkan ke dalam tanganmu. 3Segala yang bergerak, yaitu yang hidup, akan menjadi makananmu. Semua itu Kukaruniakan kepadamu, sama halnya seperti tumbuh-tumbuhan hijau. 4Akan tetapi, daging yang masih ada nyawanya, yaitu darahnya, jangan kamu makan. 5Atas darahmu, yaitu nyawamu, tentu Aku akan menuntut balas. Aku akan menuntut balas dari setiap binatang, dan juga manusia. Aku akan menuntut balas atas nyawa manusia dari tangan sesamanya. 6Siapa menumpahkan darah manusia, darahnya akan ditumpahkan oleh manusia, karena Allah telah menjadikan manusia menurut citra-Nya.

7Tetapi kamu, beranakcuculah dan bertambah banyaklah. Penuhilah bumi dan bertambah banyaklah di atasnya.”  8Lalu Allah berfirman lagi kepada Nuh dan kepada anak-anaknya yang ada bersamanya, 9”Sesungguhnya, Aku menetapkan perjanjian-Ku dengan kamu dan keturunanmu kelak, 10dengan segala makhluk bernyawa yang ada bersamamu -- burung-burung, ternak, dan segala binatang liar yang ada bersamamu -- semua yang keluar dari bahtera, yaitu segala binatang di bumi. 11Aku menetapkan perjanjian-Ku dengan kamu: tidak akan pernah lagi segala makhluk dilenyapkan oleh air bah, dan tidak akan pernah lagi ada air bah untuk memusnahkan bumi.”

12Allah pun berfirman, “Inilah tanda perjanjian yang Kuadakan antara Aku dengan kamu dan dengan segala makhluk hidup yang ada bersamamu, turun-temurun, untuk selama-lamanya: 13busur pelangi-Ku Kutempatkan di awan-awan, dan itulah yang akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dengan bumi. 14Apabila Aku mendatangkan awan-awan ke atas bumi dan busur pelangi itu terlihat di awan-awan, 15maka Aku akan mengingat perjanjian-Ku yang ada di antara Aku dengan kamu dan dengan segala makhluk hidup, segala yang bernyawa. Tidak akan pernah lagi air menjadi air bah untuk memusnahkan segala makhluk. 16Apabila busur pelangi itu ada di awan-awan, maka Aku akan melihatnya dan mengingat perjanjian kekal antara Allah dengan segala yang bernyawa, yaitu segala makhluk yang ada di bumi.” 17Kemudian Allah berfirman kepada Nuh, “Inilah tanda perjanjian yang telah Kutetapkan antara Aku dengan segala makhluk yang ada di bumi.”