K I T A B   S U C I
[VER] : [KITABSUCI]
[TAURAT]  [ZABUR]  [INJIL] 
[ARTIKEL]

<<  Maaf yang Hakiki >> 
Halaman 1

Nabi Kabil yang Gagal Memaafkan

Kitab Suci Taurat, Surah Kejadian 3:3-12

3Beberapa waktu kemudian, Kabil membawa sebagian hasil tanahnya sebagai persembahan kepada ALLAH. 4Habil pun membawa beberapa anak sulung dari kawanan kambing dombanya beserta lemak-lemaknya. ALLAH berkenan kepada Habil dan persembahannya, 5tetapi kepada Kabil dan persembahannya Ia tidak berkenan. Lalu Kabil menjadi sangat marah dan mukanya masam.

6Berfirmanlah ALLAH kepada Kabil, “Mengapa engkau marah, dan mengapa mukamu masam? 7Jika engkau berbuat baik, bukankah engkau akan diterima? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintai di depan pintu. Ia menghasratkan engkau, tetapi engkau harus menguasainya.”

8Namun, Kabil berkata kepada Habil, adiknya, “Mari kita pergi ke padang.” Pada saat keduanya ada di padang, tiba-tiba Kabil menyerang Habil, adiknya, lalu membunuhnya.

9Maka berfirmanlah ALLAH kepada Kabil, “Di manakah Habil, adikmu itu?” Jawabnya, “Aku tidak tahu! Apakah aku ini penjaga adikku?”

10Firman-Nya, “Apa yang telah Kaulakukan? Darah adikmu itu berseru kepada-Ku dari tanah! 11Sekarang, terkutuklah engkau, terbuang jauh dari tanah yang telah membuka mulutnya untuk menerima darah adikmu itu dari tanganmu. 12Apabila engkau mengerjakan tanah itu, maka tanah itu tidak akan lagi memberikan hasil sepenuhnya kepadamu. Engkau akan menjadi seorang pengembara dan pelarian di bumi.”

KSI, Surah Kuno Ibrani berfirman bahwa persembahan Habil lebih baik dari pada persembahan Kabil. Apa yang lebih baik? Dia memberi anak sulung dan lemak hewan. Hal ini sebagai lambang tehadap dosa dan solusi. Habil mencontohkan Tuhan, yang tentu menyembelih hewan ketika dia memberi kulit kepada Adam, untuk menutupi aurat (menutupi dosanya). Tetapi Kabil mencontohkan Adam, yang menutupi dirinya dengan daun-daunan/nabati, sebuah penutup aura yang tidak mengandung darah. Solusi manusia dari nabati, tetapi solusi Allah dari hewan, bahka hewan yang terbaik.

Karena Kabil tidak mengingat ampunan yang disediakan oleh Allah (korban hewan), dan tidak bertindak sesuai dengan apa yang dicontohkan oleh Allah, dia menjadi iri terhadap adiknya, yang berkenan di hadapan Allah. Kemudian, dia menyombongkan diri kepada Allah, dan tidak menghiraukan peringatan dari Allah. Maka, dia gagal untuk menguasai godaan dan galal untuk memaafkan adiknya. Sebenarnya, adiknya tidak berbuat salah, melainkan kesalahan itu datang dari diri sendiri melalui kesombongannya.

Kabil tidak sanggup menilai debu di mata adiknya karena balok di matanya sendiri terlalu besar.


Apakah Anda sudah berada pada kebenaran, jalan yang lurus, sesuai petunjuk-petunjuk Allah?

Untuk mencari kebenaran bersama teman-teman dekat atau keluarga Anda, dianjurkan setiap pribadi membahas secara bergilir 7 Pertanyaan Pokok dalam kelompok Anda:

1.Apa yang disyukuri?

2.Tantangan apa yang dihadapi?

Bacakan nats pokok. Ceritakan kembali dalam kata-kata sendiri.

3.Apa yang dipelajari tentang Allah?

4.Apa yang dipelajari tentang Isa Al Masih?

5.Apa yang dipelajari tentang manusia?

Bahas tindakan nyata sesuai kebenaran yang baru dibaca.

6.Apa yang akan Anda amalkan (lakukan) setelah baca nats itu? Apa yang akan kelompok Anda amalkan?

7.Kepada siapakah Anda akan menyaksikan kebenaran ini?

Untuk membangun akidah/karakter orang-orang yang beriman, dianjurkan agar menghafal ayat-ayat, khususnya hal-hal pokok yang ditandai dengan huruf tebal.

Selamat menikmati hidangan untuk pembekalan perjalanan Anda dan kelompok Anda!