K I T A B   S U C I
[VER] : [KITABSUCI]
[TAURAT]  [ZABUR]  [INJIL] 
[ARTIKEL]

<<  Maaf yang Hakiki >> 
Halaman 10

Ampunan yang Hakiki Menurut Sikap dan Tindakan

KSI, Surah 2 Korintus 5

16Sebab itu sejak saat ini kami tidak memandang orang menurut keadaan lahiriahnya saja. Memang kami pernah memandang Al Masih secara lahiriah, tetapi sekarang tidak lagi demikian. 17Barangsiapa ada di dalam Al Masih, ia adalah ciptaan baru. Perkara-perkara yang lama sudah berlalu, dan semuanya telah menjadi baru. 18Semua itu berasal dari Allah, yaitu Dia, yang sudah mendamaikan kita dengan diri-Nya melalui Al Masih, dan mempercayakan kepada kami tugas mulia untuk mengusahakan pendamaian itu. 19Di dalam Al Masih, Allah telah mendamaikan isi dunia ini dengan diri-Nya dan tidak lagi memperhitungkan pelanggaran-pelanggaran mereka. Kabar tentang pendamaian itu telah dipercayakan-Nya kepada kami.

20Kami adalah duta-duta bagi Al Masih. Dengan perantaraan kami, Allah menyampaikan apa yang dikehendaki-Nya. Jadi, demi Al Masih kami meminta kepadamu: Berdamailah dengan Allah! 21Al Masih yang tidak mengenal dosa, sudah dijadikan Allah sebagai penanggung dosa karena kita, supaya di dalam Dia, kita menjadi benar di hadapan Allah.

Sikap dan tindakan Isa sebagai pendamaian bagi semua manusia, dia yang memperoleh ampunan bagi kita. Dia yang tidak bersalah mengampuni dan menanggung dosanya semua manusia. Jangan memandang Isa secara lahiriah, tetapi memandang dia secara ruhaniah. Sikap dan tindakan Isa memperoleh ampunan bagi umat manusia. Karena itu Isa yang tidak bersalah dijadikan penanggung dosa manusia. Siapa yang beriman dan percaya akan hal ini akan mendapat pahala yang besar dan ampunan dan Allah. Tetapi, mereka yang tidak percaya, Allah akan mengazabnya dengan azab yang pedih. Orang beriman meneruskan berita tentang ampunan dari Allah ini kepada orang-orang lain. Ampunan dari Allah sudah selesai dilakukan oleh Allah melalui Isa, sehingga kita bisa mendapatkan pendamaian dengan Allah. Selanjutnya kita harus memaafkan satu sama yang lain, menunjukkan belas kasihan yang berangkat dari rahmat yang sudah kami terima dari Allah.