K I T A B   S U C I
Temukan di Google Play
[VER] : [KITABSUCI]
[TAURAT]  [ZABUR]  [INJIL] 
[ARTIKEL]

 <<  1 Samuil 16 >> 

Daud Dilantik Jadi Raja

1Berfirmanlah ALLAH kepada Samuil, “Berapa lama lagi engkau akan berdukacita atas Saul karena Aku telah menolak dia sebagai raja atas Israil? Isilah tabung tandukmu dengan minyak dan pergilah. Aku mengutus engkau kepada seorang Betlehem bernama Isai karena Aku telah memilih bagi-Ku seorang raja dari antara anak-anaknya.”

2Kata Samuil, “Bagaimana mungkin aku pergi? Jika Saul mendengarnya, tentu ia akan membunuhku.” Firman ALLAH, “Bawalah sertamu seekor anak lembu betina dan katakanlah, ‘Aku datang untuk mempersembahkan kurban di hadirat ALLAH.’

3Undanglah Isai ke acara kurban itu, dan Aku akan memberitahukan kepadamu apa yang harus kaulakukan. Lantiklah bagi-Ku orang yang akan Kusebutkan padamu.”

4Samuil pun melakukan apa yang difirmankan ALLAH. Ketika ia tiba di Betlehem, para tua-tua kota itu menyongsong dia dengan gemetar. Tanya mereka, “Apakah Tuan datang dengan maksud damai?”

5Jawabnya, “Ya, dengan maksud damai. Aku datang untuk mempersembahkan kurban di hadirat ALLAH. Sucikanlah dirimu dan datanglah bersamaku ke acara kurban ini.” Lalu, ia menyucikan Isai dan anak-anaknya serta mengundang mereka ke acara kurban itu.

6Pada waktu mereka datang, Samuil memandang Eliab dan berpikir, “Sesungguhnya, orang yang akan dilantik ALLAH sedang berdiri di hadapan-Nya.”

7Tetapi, firman ALLAH kepada Samuil, “Janganlah pandang rupanya atau perawakannya yang tinggi karena Aku telah menolak dia. Allah tidak melihat sebagaimana manusia melihat. Manusia melihat penampilan lahiriah, tetapi ALLAH melihat hati.”

8Kemudian, Isai memanggil Abinadab dan menyuruhnya lewat di hadapan Samuil. Tetapi, Samuil berkata, “Yang ini pun tidak dipilih ALLAH.”

9Lalu, Isai menyuruh Syama lewat. Tetapi, Samuil berkata, “Yang ini pun tidak dipilih ALLAH.”

10Isai menyuruh ketujuh anaknya lewat di hadapan Samuil. Tetapi, kata Samuil kepada Isai, “Mereka semua tidak dipilih ALLAH.”

11Tanya Samuil kepada Isai, “Inikah semua anakmu?” Jawabnya, “Masih ada yang bungsu, tetapi ia sedang menggembalakan kawanan kambing domba.” Kata Samuil kepada Isai, “Suruhlah orang menjemput dia karena kita tidak akan duduk makan sebelum ia datang kemari.”

12Maka, Isai menyuruh orang menjemput dia. Ia kemerah-merahan, matanya indah, dan parasnya elok. Berfirmanlah ALLAH, “Segeralah lantik dia karena inilah dia.”

13Samuil mengambil tabung tanduknya yang berisi minyak itu dan melantik dia di tengah abang-abangnya. Maka, sejak hari itu dan seterusnya, Ruh ALLAH turun atas Daud dengan penuh kuasa. Setelah itu, Samuil segera pulang ke Rama.

Daud di Istana Raja Saul

14Pada waktu itu, Ruh ALLAH telah menjauh dari Saul, dan ia diganggu oleh ruh jahat yang diizinkan ALLAH.

15Para pegawai Saul berkata kepadanya, “Sesungguhnya, ada ruh jahat yang diizinkan Allah mengganggu Tuanku.

16Hendaklah Tuanku memerintahkan hamba-hambamu yang ada di hadapan Tuanku ini untuk mencari orang yang pandai memetik kecapi. Nanti, apabila ruh jahat yang diizinkan Allah itu datang kepada Tuanku, ia harus memetik kecapi sehingga Tuanku merasa nyaman.”

17Kata Saul kepada para pegawainya, “Carikanlah bagiku seorang yang dapat memetik kecapi dengan baik. Bawalah dia menghadap aku.”

18Salah satu dari antara orang-orang muda itu berkata, “Sesungguhnya, aku pernah melihat seorang anak Isai, orang Betlehem, yang pandai memetik kecapi. Ia seorang kesatria yang gagah perkasa, dan juga seorang pejuang. Selain itu, ia pandai berbicara dan perawakannya bagus. ALLAH menyertai dia.”

19Maka, Saul mengirim beberapa utusan kepada Isai dengan pesan, “Suruhlah anakmu Daud, yang suka menggembala kawanan kambing domba itu, menghadap aku.”

20Kemudian, Isai mengambil seekor keledai. Dimuatinya keledai itu dengan roti, sebuah kantung kulit berisi air anggur, dan seekor anak kambing, lalu dikirimnya semua itu kepada Saul dengan perantaraan Daud, anaknya.

21Daud pun datang menghadap Saul dan menjadi pelayannya. Saul sangat mengasihi Daud sehingga ia dijadikan pembawa senjatanya.

22Lalu, Saul menyuruh orang menemui Isai dengan pesan, “Biarlah Daud tetap menjadi pelayanku karena aku menyukainya.”

23Jadi, apabila ruh jahat yang diizinkan Allah itu datang kepada Saul, maka Daud akan mengambil kecapi dan memetiknya. Setelah itu, Saul akan merasa lega dan nyaman, lalu ruh jahat itu pun menjauh darinya.



 <<  1 Samuil 16 >> 


Pencarian Tepat
Pencarian: pasal (Mat 5); ayat (Mat 5:11); kutipan (Mat 5:1-12); kata (Surga); nomor strong (25);