K I T A B   S U C I
[VER] : [KITABSUCI]
[TAURAT]  [ZABUR]  [INJIL] 
[ARTIKEL]

<<  Kisah Teladan Nabi >> 
Halaman 2

Al-Qodrat, Al-Kalam, Al-Hayat

Kitab Suci Taurat, Surah Kejadian 1:1-2:7

1:1Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. 2Bumi belum berbentuk dan kosong. Kegelapan meliputi permukaan samudera, dan Ruh Allah melayang-layang di atas permukaan air. 3Berfirmanlah Allah, “Jadilah terang.” Lalu terang pun jadi. 4Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nya terang itu dari gelap. 5Allah menamai terang itu siang dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama. 6Berfirmanlah Allah, “Jadilah cakrawala di tengah-tengah segala air, dan hendaklah cakrawala itu memisahkan air dengan air.” 7Maka Allah menjadikan cakrawala serta memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dengan air yang ada di atasnya. Lalu jadilah demikian. 8Allah menamai cakrawala itu langit. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kedua. 9Berfirmanlah Allah, “Hendaklah air yang ada di bawah langit berkumpul di suatu tempat, dan hendaklah tampak tempat yang kering.” Lalu jadilah demikian. 10Allah menamai tempat yang kering itu tanah, sedangkan kumpulan air itu dinamai-Nya laut. Allah melihat bahwa semua itu baik. 11Berfirmanlah Allah, “Hendaklah tanah menumbuhkan rumput-rumput muda, tumbuh-tumbuhan berbiji, dan berbagai jenis pohon buah-buahan penghasil buah yang berbiji di atas bumi.” Lalu jadilah demikian. 12Tanah mengeluarkan rumput-rumput muda, berbagai jenis tumbuhan berbiji, dan berbagai jenis pohon buah-buahan penghasil buah yang berbiji. Allah melihat bahwa semua itu baik. 13Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari ketiga. 14Berfirmanlah Allah, “Jadilah penerang-penerang di langit untuk memisahkan siang dari malam. Hendaklah semua itu menjadi tanda yang menentukan musim, hari, serta tahun, 15dan hendaklah semua itu menjadi penerang di langit untuk menerangi bumi.” Lalu jadilah demikian. 16Allah menjadikan dua penerang yang besar, yaitu penerang yang lebih besar untuk menguasai siang dan penerang yang lebih kecil untuk menguasai malam. Ia pun membuat bintang-bintang. 17Kemudian Allah menempatkan semua itu di langit untuk menerangi bumi, 18untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Allah melihat bahwa semua itu baik. 19Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keempat. 20Berfirmanlah Allah, “Hendaklah dalam air berkerumun makhluk-makhluk hidup, dan hendaklah burung-burung beterbangan di langit, di atas bumi.” 21Maka Allah menciptakan makhluk-makhluk laut yang besar dan segala jenis makhluk hidup yang bergerak serta berkerumun dalam air, demikian pula segala jenis burung yang bersayap. Allah melihat bahwa semua itu baik. 22Kemudian Allah memberkahi semua itu, firman-Nya, “Berkembangbiaklah dan bertambah banyak, serta penuhilah air di laut. Hendaklah burung-burung pun bertambah banyak di bumi.” 23Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kelima. 24Berfirmanlah Allah, “Hendaklah bumi mengeluarkan berbagai jenis makhluk hidup, yaitu ternak, binatang melata, dan berbagai jenis binatang liar.”  Lalu jadilah demikian. 25Allah menjadikan berbagai jenis binatang liar, berbagai jenis ternak, dan segala jenis binatang yang melata di bumi, dan Allah melihat bahwa semua itu baik.

26Berfirmanlah Allah, “Kami hendak menjadikan manusia menurut citra Kami, sebagai cerminan Kami. Mereka akan berkuasa atas ikan-ikan di laut, atas burung-burung di udara, atas ternak, atas seluruh bumi, dan atas semua binatang melata yang merayap di bumi.” 27Maka Allah menciptakan manusia menurut citra-Nya. Menurut citra-Nya, Allah menciptakan manusia, laki-laki dan perempuan. 28Allah memberkahi mereka, dan Allah berfirman kepada mereka, “Beranakcuculah dan bertambah banyak. Penuhilah bumi dan taklukkanlah itu. Berkuasalah atas ikan-ikan di laut, atas burung-burung di udara, dan atas semua binatang yang merayap di bumi.”

29Berfirmanlah Allah, “Lihat, Aku memberikan kepadamu segala tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon yang buahnya berbiji. Itulah yang akan menjadi makananmu. 30Sedangkan kepada segala binatang di bumi, segala burung di udara, dan segala binatang yang merayap di bumi, yaitu semua yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuhan hijau menjadi makanannya.” Lalu jadilah demikian. 31Kemudian Allah melihat segala sesuatu yang telah dijadikan-Nya, dan sungguh, semuanya sangat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam. 2:1Demikianlah diselesaikan langit dan bumi serta segala isinya. 2Pada hari ketujuh Allah telah menyelesaikan pekerjaan yang dilakukan-Nya, dan berhentilah Ia pada hari ketujuh itu dari segala pekerjaan yang dilakukan-Nya. 3Kemudian Allah memberkahi hari ketujuh itu serta menyucikannya, karena pada hari itulah Allah berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang dilakukan-Nya. 4Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. Ketika ALLAH, Al-Khalik, menjadikan langit dan bumi, 5segala semak padang belum ada di bumi dan segala tanaman padang pun belum tumbuh karena ALLAH, Al-Khalik, belum menurunkan hujan ke atas bumi dan belum ada orang untuk mengerjakan tanah itu. 6Tetapi ada kabut naik dari bumi membasahi seluruh permukaan tanah. 7Pada waktu itulah ALLAH, Al-Khalik, membentuk manusia dari debu tanah dan mengembuskan napas kehidupan ke dalam hidungnya. Maka manusia itu menjadi makhluk yang hidup.

Al-Qodrat, Allah yang menetapkan.  Allah menetapkan manusia serupa citranya dengan Allah, walaupun tidak sama.  Allah menetapkan manusia sebagai Khalif dengan kuasa terbatas untuk menaklukkan burung, ikan, hewan, dan tumbuhan, untuk memeliharanya sebagai kelangsungan hidupnya. Sedangkan Allah berkuasa atas alam semesta, sebagai yang Maha Kuasa.  Allah juga menetapkan manusia untuk beranak-cucu.

Al-Kalam, Allah yang berfirman.  Semua yang diciptakan ini, materi utama adalah firman, “Jadi … maka jadilah … Kun faya kun”.  Perkataan Allah bukan seperti perkataan manusia. Kalam Allah mengandung kuasa untuk menciptakan sesuatu dari tidak ada menjadi ada.  Dari Kalam yang diucapkan muncul Kalam Tercipta, yaitu dunia yang diciptakan-Nya memberitakan sifat-sifat Allah sebagai anugerah bagi manusia.

Al-Hayyat, Allah yang hidup. Allah yang hidup ialah sumber hidup untuk semua yang memiliki kehidupan, yang dapat dibagi nabati (tumbuh-tumbuhan), hewani, dan insani (manusia).  Firman Allah menciptakan ketiga-tiganya. Tetapi manusialah secara khusus dihembuskan dengan tiupan Allah langsung. Allah meniupkan nafas-Nya sehingga kehidupan dari Allah ditransfer kepada manusia.  Allah sebagai Sumber Hidup, yaitu memberi nafas-Nya.

Nafas di sini bukan keinginan untuk berbuat dosa, melainkan ruah (bahasa asli, Ibrani), nafas dari Allah.  Pada saat itu, tubuh Adam sudah diciptakan, tetapi dia belum hidup.  Allah meniupkan nafas biologis kepada Nabi Adam, sehingga dia menjadi hidup. Nabi Adam baru dapat bernafas dan hidup oleh karena tiupan nafas Allah, Al Hayyat, Sumber Hidup.

Allah memberi dua perintah kepada manusia:  mengolah hasil bumi, dan beranak-cucu, agar semakin banyak keturunan mereka, yang berserah dan sembahyang kepada Allah.

Seperti yang disabdakan dari Kitab-kitab yang diturunkan sesudah Kitab Taurat. Diusulkan anggota kelompok membaca ayat-ayat pendukung ini di rumah, kalau waktu di kelompok tidak cukup:

Kitab Suci Zabur 100:3

3Ketahuilah bahwa ALLAH adalah Tuhan. Dialah yang menjadikan kita, dan kita adalah milik-Nya. Kita adalah umat-Nya, domba-domba gembalaan-Nya.

Kitab Suci Injil, Surah Ibrani 11:1

11:1Iman ialah kepastian dari hal-hal yang diharapkan dan keyakinan atas hal-hal yang tidak kelihatan. 2Nenek moyang kita disenangi oleh Allah karena iman mereka. 3Oleh sebab iman, kita mengerti bahwa alam semesta ini diciptakan oleh Firman Allah. Maksudnya, apa yang kita lihat ini tidak dijadikan dari hal-hal yang kelihatan.

Qs Al-‘Imran 3:190

190. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal

Qs Al-‘Imran 3:59

59. Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi AllAh, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia.

Qs Al-Baqarah 2:30

30. Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."