K I T A B   S U C I
[VER] : [KITABSUCI]
[TAURAT]  [ZABUR]  [INJIL] 
[ARTIKEL]

<<  Maaf yang Hakiki >> 
Halaman 2

Nabi Yusuf yang Mampu Memaafkan

KST, Surah Kejadian 50:15-21

15Saudara-saudara Yusuf sadar bahwa ayah mereka sudah meninggal. Lalu berkatalah mereka, “Mungkin saja Yusuf mendendam terhadap kita dan akan membalas sepenuhnya semua kejahatan yang telah kita lakukan terhadapnya.” 16Maka mereka menyuruh orang menemui Yusuf dengan pesan, “Sebelum ayah Tuan meninggal, ia berpesan, 17’Beginilah harus kamu katakan kepada Yusuf, Ampunilah kesalahan dan dosa saudara-saudaramu, karena mereka pernah berbuat jahat terhadapmu.’ Jadi, sekarang ampunilah kesalahan hamba-hamba Tuhan ayahmu.” Ketika Yusuf mendengar pesan itu, menangislah ia.

18Kemudian datanglah saudara-saudaranya dan sujud memberi hormat di hadapannya. Kata mereka, “Kami datang untuk menjadi hamba Tuan.”

19Tetapi kata Yusuf kepada mereka, “Jangan takut. Aku inikah Allah? 20Memang dulu kamu bermaksud jahat terhadap aku, tetapi Allah mempunyai maksud baik, supaya terwujudlah apa yang terjadi hingga hari ini, yaitu terpeliharanya kelangsungan hidup banyak orang. 21Jadi, janganlah takut, aku akan mencukupi kebutuhan kamu dan anak-anakmu.” Demikianlah Yusuf menghibur mereka dan menenangkan hati mereka dengan kata-katanya.

Mengapa Yusuf mampu memaafkan kesalahan kakak-kakaknya, padahal dia mempunyai kesempatan untuk membalas kejahatannya? Kakak-kakak Yusuf sungguh-sungguh salah. Mereka mengkhianati Yusuf dan menjualnya untuk menjadi budak. Akan tetapi Yusuf tidak mengambil keputusan untuk membalasnya. Apa rahasianya itu? Karena dia tawaduk, atau berserah penuh kepada Allah. Dia tidak menyombongkan diri, melainkan yakin bahwa Allah sebaik-baik mendatangkan hal baik dan hal buruk. Dia berprasangka baik terdahap kejadian yang buruk, karena dia yakin bahwa Allah menggunakannya untuk mendatangkan kebaikan bagi diri sendiri dan bagi banyak orang.