K I T A B   S U C I
[VER] : [KITABSUCI]
[TAURAT]  [ZABUR]  [INJIL] 
[ARTIKEL]

<<  Maaf yang Hakiki >> 
Halaman 3

Nabi Daud yang Mampu Memaafkan karena Dimaafkan oleh Allah

Adiknya Kabil tidak salah, tetapi tidak dimaafkannya. Kakak-kakaknya Nabi Yusuf salah tetapi dimaafkannya karena Yusuf anggap Allah Maha Kuasa dan dapat menggunakan kesalahan itu sebagai berkah bagi banyak orang. Nabi Daud insaf akan kesalahannya sendiri. Oleh karena itu, menurut riwayat hidupnya, Nabi Daud sering mampu memaafkan orang lain.

Az-Zabur 51

1Zabur dari Daud, 2ketika Nabi Natan datang kepadanya setelah ia menghampiri Batsyeba.

3Ya Allah, kasihanilah kiranya aku sesuai dengan kasih abadi-Mu.

Sesuai dengan rahmat-Mu yang besar, hapuskanlah pelanggaran-pelanggaranku! 4Basuhlah aku sebersih-bersihnya dari kesalahanku,

dan sucikanlah aku dari dosaku, 5karena aku menyadari pelanggaran-pelanggaranku, dan dosaku senantiasa ada di hadapanku. 6Kepada-Mu, kepada-Mu sajalah aku berdosa dan melakukan apa yang jahat dalam pandangan-Mu, sehingga Engkau benar ketika Engkau berfirman, dan bersih ketika Engkau menghakimi. 7Sesungguhnya, aku dilahirkan dalam kesalahan, dan di kandung ibuku dalam dosa. 8Sesungguhnya, Engkau menghendaki kebenaran dalam batin,

dan Engkau memberitahukan hikmat kepadaku dalam hati nurani.9Sucikanlah aku dengan ranting hisop, maka aku akan menjadi suci, basuhlah aku, maka aku akan menjadi lebih putih daripada salju.

10Biarkan aku mendengar kegirangan dan sukacita, dan biarlah tulang-tulang yang Kauremukkan bergembira kembali.

11Sembunyikanlah wajah-Mu dari dosa-dosaku, dan hapuskanlah segala kesalahanku.

Saat Nabi Daud ditegur oleh Nabi Natan terdahap dosa zina dan pembunuhan, dia menjadi sadar dan mengaku dosa-dosanya. Akui dosa-dosamu di hadapan Tuhan di saat Tuhan menegurmu melalui perkataan nabi-nabi-Nya, melalui perkataan orang lain, dan melalui FirmanNya.