K I T A B   S U C I
[VER] : [KITABSUCI]
[TAURAT]  [ZABUR]  [INJIL] 
[ARTIKEL]

<<  Kisah Teladan Nabi >> 
Halaman 3

Keluarga yang Sakinah

Kitab Suci Taurat, Surah Kejadian 2:8-25

8ALLAH, Al-Khalik, membuat Taman Firdaus di Eden, di sebelah timur. Di sanalah Ia menempatkan manusia yang telah dibentuk-Nya itu. 9Lalu dari tanah, ALLAH, Al-Khalik, menumbuhkan segala jenis pohon yang menarik untuk dipandang dan yang baik untuk dimakan buahnya, termasuk pula pohon hayat di tengah-tengah taman itu serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. 10Dari Eden mengalir sebuah sungai untuk mengairi Taman Firdaus itu, kemudian dari tempat itu sungai terbagi menjadi empat cabang. 11Nama sungai yang pertama ialah Pison. Sungai ini mengalir mengelilingi seluruh Tanah Hawila, tempat emas ada. 12Emas dari tanah itu baik mutunya. Di sana pun ada damar dan permata unam. 13Nama sungai yang kedua ialah Gihon. Sungai ini mengalir mengelilingi seluruh Tanah Etiopia. 14Nama sungai yang ketiga ialah Tigris. Sungai ini mengalir di sebelah timur Asyur. Sungai yang keempat ialah Efrat. 15ALLAH, Al-Khalik, mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam Taman Firdaus untuk mengerjakan serta memelihara taman itu. 16Lalu ALLAH, Al-Khalik, memberi perintah kepada manusia itu, firman-Nya, “Buah dari semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan dengan bebas, 17tetapi buah dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu jangan kaumakan, karena pada hari engkau memakannya, engkau pasti mati.” 18Kemudian ALLAH, Al-Khalik, berfirman, “Tidak baik manusia itu seorang diri saja. Aku hendak menjadikan seorang penolong baginya yang sepadan dengannya.”

19Maka ALLAH, Al-Khalik, yang telah membentuk dari tanah segala binatang di padang dan segala burung di udara, mendatangkan semua itu kepada manusia untuk melihat bagaimana manusia itu menamainya. Apa pun nama yang diberikan manusia itu kepada tiap makhluk hidup, itulah yang menjadi namanya. 20Lalu manusia itu menamai segala ternak, burung-burung di udara, dan segala binatang di padang. Akan tetapi, bagi dirinya sendiri manusia itu tidak mendapati seorang penolong yang sepadan dengan dirinya. 21Maka ALLAH, Al-Khalik, membuat manusia itu tertidur lelap. Sementara ia tidur, Allah mengambil sebilah tulang rusuknya lalu menutupinya dengan daging. 22Dari tulang rusuk yang diambil-Nya dari manusia itu ALLAH, Al-Khalik, membentuk seorang perempuan lalu membawanya kepada manusia itu. 23Kata manusia itu, “Ini dia! Tulang dari tulangku, dan daging dari dagingku. Ia akan disebut perempuan sebab ia diambil dari laki-laki.”

24Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya lalu berpaut dengan istrinya, sehingga keduanya menjadi satu. 25Manusia dan istrinya itu keduanya telanjang, tetapi mereka tidak merasa malu.

Nabi Adam menaklukkan hewan-hewan sesuai dengan perintah Allah. Dan Allah memberi dia seorang penolong yang “sepadan dengan dirinya”. Keluarga Sakinah di sini melukiskan keharmonisan antara suami dan istri, sinergis antar yang satu dan pasangannya yang sepadan. Hakekatnya sepasang manusia berasal dari Yang Satu dan harus bersatu.  Dengan menyatu, mereka reproduksi sehingga mulai mengisi bumi dengan keturunan-keturunan yang beriman. Anjuran meninggalkan ayahnya dan menyatu denga istri ialah perintah sehingga mereka menjadi bukan lagi dua orang, melainkan satu. . . seperti asalnya dari Yang Satu.

Seperti yang disabdakan dari Kitab-kitab yang diturunkan sesudah Kitab Taurat:

Nabi Allah, dalam Kitab Maleakhi 2:13-16

13Inilah hal lain yang kamu lakukan: Kamu meliputi mezbah ALLAH dengan air mata, tangisan, dan rintihan, karena Ia tidak lagi mengindahkan persembahanmu dan tidak berkenan menerimanya dari tanganmu. 14Kamu bertanya, “Mengapa?” Karena ALLAH telah menjadi saksi antara engkau dengan istri yang kaunikahi pada masa mudamu. Engkau telah mengkhianatinya, padahal dialah teman hidupmu dan istrimu berdasarkan ikrar. 15Bukankah Allah menjadikan mereka satu? Raga dan ruh mereka adalah milik-Nya. Mengapa satu? Karena Ia mencari keturunan yang saleh. Sebab itu jagalah dirimu, dan janganlah orang mengkhianati istri yang dinikahinya pada masa mudanya! 16”Aku membenci perceraian,” demikianlah firman ALLAH, Tuhan bani Israil, “juga orang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan,” demikianlah firman ALLAH, Tuhan semesta alam. “Sebab itu jagalah hatimu dan jangan berkhianat.”

Kitab Suci Injil, Surah Matius 19:3-5

3Kemudian datanglah orang-orang dari mazhab Farisi kepada-Nya dengan maksud hendak mencoba-Nya. Mereka bertanya, “Bolehkah seseorang menceraikan istrinya karena berbagai alasan?” 4Sabda Isa, “Tidakkah kamu baca bahwa Dia, yang menciptakan manusia, dari mulanya telah menjadikan laki-laki dan perempuan? 5Firman-Nya, ‘Oleh sebab itu, seorang laki-laki akan meninggalkan ayah serta ibunya dan hidup bersama-sama dengan istrinya, sehingga keduanya akan menjadi satu.’ 6Dengan demikian mereka bukan lagi dua melainkan satu. Sebab itu apa yang sudah dipersatukan oleh Allah janganlah dipisahkan oleh manusia.”